Bahlil soal BBM Shell Cs Masih Kosong: Silahkan B2B
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons kondisi kekosongan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta seperti Shell dengan mendorong skema kerja sama business to business (B2B) antar pelaku usaha.
Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada kelompok tertentu dalam distribusi energi, melainkan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Silakan B to B. Saya tidak bicara orang per orang ya. Negara itu hadir bukan mengurus satu kelompok. Negara itu hadir untuk mengurus semuanya," ujar Bahlil ditemui di Kantornya, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, bagi badan usaha yang ingin menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan ketersediaan stok BBM, dapat menjalin kolaborasi dengan badan usaha lain.
"Bagi kelompok-kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain," lanjutnya.
Stok BBM Shell sampai saat ini masih kosong hampir di seluruh SPBU. Sedangkan, SPBU BP di beberapa lokasi masih tersedia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan masih mengevaluasi izin impor BBM untuk SPBU Shell.
"Kan Shell itu terakhir kan menyetujui untuk proses pembelian. Jadi ya kita evaluasi, sedang dievaluasi," ujar Loade ditemui di Kantornya, Jumat (6/2).
(ldy/ins) Add
as a preferred source on Google