Kisah BRILink Agen di Merauke Bangun Usaha hingga Perbaiki Ekonomi
Seorang pelaku usaha mikro di Merauke, Papua Selatan, berhasil mengembangkan usahanya setelah menjadi agen layanan keuangan BRILink Agen.
Melalui usaha tersebut, ia tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membantu mempermudah akses transaksi perbankan bagi masyarakat di sekitarnya.
Risya Naifah, warga Kecamatan Merauke, awalnya menjalankan usaha kecil di bidang fesyen. Namun pada 2023 ia memutuskan untuk bergabung sebagai mitra BRILink Agen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan tersebut muncul setelah dirinya melihat masih banyak warga sekitar yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk melakukan transaksi perbankan, seperti transfer atau tarik tunai.
"Awalnya saya menjalankan usaha di bidang fashion. Tapi kemudian, saya memilih membuka usaha BRILink Agen. Pendaftarannya cepat dan petugasnya memudahkan kita semua. Asal syarat-syaratnya terpenuhi," ujar Risya dikutip Senin (16/3).
Ia menuturkan, setelah layanan BRILink mulai beroperasi, respons masyarakat cukup tinggi. Dalam waktu kurang dari satu minggu sejak dibuka, warga mulai datang untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.
"Warga mulai tertarik dan datang ke tempat saya untuk melakukan transaksi. Banyak yang tahu dari cerita tetangga atau dari warga lain yang sudah pernah bertransaksi di sini," ujar Risya.
Seiring waktu, jumlah warga yang datang bertransaksi terus meningkat. Risya pun mengaku pendapatan dari layanan BRILink ini perlahan membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Dari usaha yang awalnya sederhana, ia kini mampu memperluas usahanya, hingga mampu membuka minimarket di lokasi yang sama agar masyarakat yang datang bertransaksi juga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Alhasil, tempat usahanya kini tidak hanya menjadi lokasi transaksi layanan keuangan, tetapi juga menjadi tempat warga berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga.
"Dalam sehari bisa puluhan transaksi, terutama transfer. Banyak juga yang datang sambil melihat minimarket lalu membeli kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah," kata Risya.
Selama menjalankan layanan sebagai Agen, ia mengaku operasional usaha berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Baginya, kehadiran BRILink Agen tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya yang kini dapat bertransaksi dengan lebih mudah tanpa harus pergi jauh ke bank.
Kisah Risya menjadi salah satu gambaran bagaimana kehadiran BRILink Agen mampu memperluas akses layanan keuangan hingga ke berbagai daerah.
Melalui jaringan agen yang tersebar hingga pelosok, layanan perbankan kini semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI terus berupaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Melalui BRILink Agen, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha yang dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.
Tercatat, hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,19 juta agen atau tumbuh 12,2% YoY. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY.
(inh) Add
as a preferred source on Google