DPR Berang Dirut Agrinas Absen, Rapat Mobil Impor untuk Kopdes Ditunda
Komisi VI DPR RI menunda rapat pembahasan soal kendaraan impor untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) setelah Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota tidak menghadiri rapat.
Sejumlah anggota dewan menyampaikan kekecewaan karena rapat dinilai sangat penting untuk mengklarifikasi rencana impor kendaraan dalam jumlah besar tersebut.
Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mempertanyakan ketidakhadiran Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara dalam rapat yang membahas isu strategis tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini perlu kita pertanyakan ini, rapat ini penting ini, sangat penting, super penting, kenapa dirut Agrinas tidak hadir?," kata Nurdin dalam Ruang Rapat Komisi VI, Rabu (11/3).
Kekecewaan juga disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. Ia menilai ketidakhadiran pimpinan perusahaan berpotensi menimbulkan saling lempar tanggung jawab antara pihak Agrinas dan Kementerian Koperasi.
Menurut Mufti, Komisi VI bahkan baru mengetahui rencana impor kendaraan dalam jumlah besar tersebut dari pemberitaan media.
"Kami tentu kecewa tidak hadir Pak Dirut, maka kami tunda pimpinan karena kami tidak mau ada saling lempar tanggung jawab antara Dirut Agrinas dengan Kementerian Koperasi, karena kita tahu dari 105 ribu kendaraan yang diimpor dari India, kami dari Komisi VI tidak tahu sama sekali, kami tahu dari media," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara Alfis Rudi menjelaskan bahwa Direktur Utama perusahaan, Joao Angelo De Sousa Mota, tidak dapat menghadiri rapat karena sedang sakit. Ia menyebut kondisi kesehatan dirut menurun sejak malam sebelumnya.
"Untuk Bapak Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, saat ini dalam kondisi sakit. Semalam saat kami rapat sudah berjaket dan sudah keringat dingin dan setelah kembali demam tinggi," kata Alfis.
Denngan kondisi ini, maka Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus pimpinan rapat, Anggia Erma Rini, kemudian memutuskan rapat ditunda karena menilai kehadiran pimpinan perusahaan penting agar pembahasan tidak perlu diulang.
"Kita kurang lengkap, jadi sayang nanti kalau mau rapat lagi jadi konfirmasi lagi, dua kali rapat. Jadi saya setuju usulan anggota, kita tunda rapat kita dan nanti kita cari kapan waktunya pas bisa," ujar Anggia.
Ia berharap rapat lanjutan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat sebelum masa libur Lebaran. Anggia menutup rapat dengan menyatakan penundaan akan disertai pemberitahuan jadwal baru kepada seluruh pihak terkait.
"Paling tidak sebelum libur Lebaran mudah-mudahan bisa," pungkasnya.
(ldy/sfr)