Pertamina Siagakan Satgas RAFI 2026 Jaga Pasokan Energi Saat Lebaran

tim | CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 14:58 WIB
PT Pertamina (Persero) menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi selama Lebaran 2026.
PT Pertamina (Persero) menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi selama Lebaran 2026. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi selama Lebaran 2026.

Satgas disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sumber energi selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Pertamina memprediksi, puncak arus mudik tahap I pada Lebaran Tahun ini terjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026. Sementara puncak mudik kedua terjadi pada 18 sampai dengan 19 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk arus balik, Pertamina memprediksi puncak tahap pertama terjadi pada 14 sampai dengan 25 Maret 2026. Sementara itu, puncak mudik kedua terjadi pada 28 sampai dengan 29 Maret 2026.

Nah, berkaitan dengan Lebaran 2026 itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengatakan pihaknya sudah memprediksi permintaan BBM akan naik 12 persen selama periode tersebut.

Tak hanya BBM, pihaknya juga memprediksi permintaan LPG naik 4 persen, avtur 2,8 persen dan kerosene 4,2 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan itu, selain menyiagakan Satgas Rafi 2026, pihaknya juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah.

Selain itu, guna memastikan layanan  terhadap masyarakat selama Lebaran, Pertamina juga menyiagakan layanan pendukung di jalur potensial, seperti; tol, wisata, jalur lalu lintas utama berupa; SPBU 24 jam  sebanyak 2.074 unit, agen LPG siaga sebanyak 6.300 unit, 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina. SIaga di 64 titik lokasi, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by 200 unit dan 41 unit Serambi MyPertamina.

Selain itu, demi mengantisipasi terjadinya bencana, Pertamina juga mempersiapkan Tim Tanggap Darurat Bencana di masing-masing regional.

Layanan tambahan

Selain itu, untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Pertamina juga menyediakan layanan tambahan.

Layanan berupa; motoris baik untuk BBM sebanyak 174 unit maupun LPG sebanyak 2.701 unit. Pertamina juga menyediakan layanan tambahan berupa 5 unit ambulance, porter gratis di 9 bandara dan 2 towing serta service car.

Nah, untuk mendukung kelancaran distribusi energi saat lebaran itu, anak usaha Pertamina; PT Pertamina Trans Kontinental akan menyiagakan 415 kapal tugboat .

Sementara Pertamina Energy Terminal berkomitmen menyimpan pasokan BBM dan LPG selama Lebaran.

Sementara di sektor hulu, untuk menjaga laju produksi, Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi, juga berupaya menjaga tingkat lifting mencapai 386 ribu barel minyak per hari (MBOPD).

Di sektor anak usaha di bidang Perhotelan dan Hospitality, Pertamina Patra Jasa juga mengoperasikan 9 unit hotel yang tersebar di berbagai destinasi strategis di Indonesia, dengan total lebih dari 900 kamar untuk melayani kebutuhan penginapan masyarakat saat lebaran.

Vice President Corporate Secretary. PT Patra Jasa Fadjar Djoko Santoso mengatakan pada masa Satgas Ramadan dan Idulfitri, Patra Jasa menyediakan beragam promo dan kerjasama dengan mitra untuk menambah kenyamanan liburan masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan untuk menjamin ketersediaan energi selama Lebaran 2026, pihaknya juga akan melakukan monitoring pasokan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub.

Digital hub ini merupakan sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi Pertamina untuk menjaga level cadangan energi, supaya secara konsisten tersedia setiap waktu.

Menurut Baron digital hub ini terkoneksi dengan seluruh bisnis Pertamina, sehingga semua aktivitas maupun proses bisnis terpantau dengan jelas.

"Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik," kata Baron.

Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga.

Sementara pada sektor hilir, Pertamina memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut.

Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Penggunaan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina mampu memonitor awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU.

"Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi," kata Baron.

Baron menambahkan, transformasi digital Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Sesuai dengan aturan Pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21 - 23 hari. Bahkan ada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.

"Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," jelas Baron.

(agt)


[Gambas:Video CNN]