Kemenkeu Buka Suara soal Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara soal lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Sedangkan, peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB atau masih kategori layak investasi (investment grade)
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan melanjutkan disiplin fiskal sebagaimana dimandatkan dalam Undang-undang setelah penilaian terbaru ini.
"Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk memperbaiki iklim usaha antara lain dengan langkah debottlenecking dan deregulasi untuk peningkatan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi serta memperkuat reformasi struktural untuk meningkatkan ketahanan ekonomi," kata Deni dalam keterangan resmi, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenkeu mengklaim berbagai langkah perbaikan telah menunjukkan hasil, misalnya pertumbuhan tinggi sebesar 5,39 persen pada triwulan IV-2025.
Lihat Juga : |
Deni menjelaskan berbagai leading indikator aktivitas ekonomi di awal 2026 juga terus menunjukkan momentum perbaikan, seperti indeks kepercayaan konsumsi, purchasing manager's index, konsumsi listrik (bisnis dan industri), penjualan kendaraan (mobil dan motor).
Dari aspek fiskal, perbaikan juga terjadi signifikan. Dalam realisasi kinerja APBN, hingga akhir Januari pendapatan negara tumbuh 9,5 persen (yoy), terutama didukung oleh penerimaan pajak yang tumbuh 30,7 persen (yoy). Belanja Negara pun tumbuh signifikan yaitu 25,7 persen (yoy) pada Januari.
"Percepatan belanja dan stimulus ekonomi dilakukan secara terukur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang terus meningkat, dengan tetap memastikan APBN sehat dan disiplin fiskal terjaga," imbuhnya.
Kemenkeu akan terus meningkatkan koordinasi lintas sektor agar momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam jangka menengah dengan tetap mempertahankan stabilitas.
Deni memastikan koordinasi kebijakan fiskal-moneter terus menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan akuntabel.
Kolaborasi dengan Danantara juga akan semakin diperkuat, sebagai mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN namun tetap fokus pada profit berkelanjutan, termasuk terus mengungkit investasi swasta bernilai tambah tinggi.
(ldy/pta)