CNN INDONESIA ECONOMIC FORUM

DEN soal Deal Dagang RI-AS Hujan Kritik: Ini Bukan Negosiasi Normal

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 15:24 WIB
Mari Elka mengungkapkan kritik terhadap RI terkait kesepakatan dagang dengan Amerika semakin deras setelah MA AS membatalkan kebijakan tarif Trump.
Mari Elka mengungkapkan kritik terhadap RI terkait kesepakatan dagang dengan Amerika semakin deras setelah MA AS membatalkan kebijakan tarif Trump. (Foto:CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Dewan (DEN) Mari Elka Pangestu memandang penandatanganan kesepakatan dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sebagai negosiasi yang tidak biasa.

Mari Elka mengungkapkan kritik terhadap RI muncul terkait deal dagang ini, dan semakin deras setelah Supreme Court atau Mahkamah Agung (MA) AS pada Jumat (20/2) membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump.

Di hari yang sama dengan MA AS membacakan putusan itu, pemerintah Indonesia dan AS menyepakati tarif impor ART.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasca Supreme Court decision, banyak yang mengkritisi, kok kita udah susah-susah, terus dibatalin," kata Mari Elka dalam acara Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (2/3).

Menurut Mari Elka, negosiasi ini bukan lah negosiasi yang biasa. Dia bilang, yang harus dilihat di sini adalah nilai stragegis dari ART-nya.

"This is not about normal negotiations, this is not normal (Ini bukan tentang negosiasi biasa, ini tidak normal). Kita harus melihat nilai strategisnya dan secara relatif," ujarnya.

Dia menilai Indonesia yang telah memiliki kesepakatan dagang dengan AS merupakan sesuatu yang stretagis. Sebab, Indonesia tidak akan terpengaruh dari langkah Presiden AS Donald Trump setelah putusan MA AS.

Mari Elka menyebut AS sudah memiliki sebuah instrumen yang bisa mengenakan berbagai negara tarif impor di atas 15 persen. Nah, Indonesia diklaim tidak akan terpengaruh hal tersebut.

"Amerika itu sudah siap-siap, dia sudah mempunyai instrumen namanya 301 yang akan dikenakan ke negara yang dia anggap tidak mengindahkan bilateral agreement-nya dan unfair trade. Dia akan dikenakan, itu dilakukan ke China," ujar Mari Elka.

"Jadi, harusnya kita tidak kena itu. Negara lain yang belum punya ART akan kena itu. Jadi menurut saya itu relatif secara strategis di luar strategic investment partnership harusnya menjadi keuntungan yang kita bisa, menjadi kesempatan buat kita," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)