Danantara Bongkar Sumber Dana Garuda Borong 50 Pesawat Boeing

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 17:26 WIB
Komitmen pembelian 50 pesawat Boeing oleh Indonesia dimuat dalam perjanjian dagang RI-AS yang baru diteken Prabowo dan Trump pekan lalu.
Komitmen pembelian 50 pesawat Boeing oleh Indonesia dimuat dalam perjanjian dagang RI-AS yang baru diteken Prabowo dan Trump pekan lalu. (Foto: Detikcom/Rachman Haryanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

BPI Danantara buka suara soal sumber PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam membeli 50 unit pesawat Boeing.

Komitmen pembelian pesawat dari pabrikan jet asal Amerika Serikat (AS) itu dimuat dalam perjanjian dagang RI-AS yang baru diteken pekan lalu.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas menyampaikan pihaknya dan Garuda masih mencari opsi-opsi pendanaan untuk pembelian 50 pesawat Boeing. Ada dua opsi dalam pembahasan tersebut, yakni suntikan modal dari Danantara dan modal usaha dari hasil bisnis Garuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rohan menjelaskan selain dua opsi tersebut, Danantara dan Garuda juga membuka opsi untuk membeli pesawat secara kredit. Cicilan dibayarkan langsung ke Boeing sebagai supplier, atau kredit perbankan.

"Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya. Tadi cuma nyebut dua kan. Supplier's credit juga ada kan. Ke Boeing kita juga bisa nyicil. Something like that, itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan. Krediturnya kan bisa bank juga. Kan bisa dikredit juga pesawat," ujar Rohan dalam diskusi di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/2) dikutip Detikfinance.

Ia mengungkapkan sebelum bicara pendanaan, Danantara dan Garuda hingga kini masih berbicara soal pemesanan pesawat dengan Boeing. Masalah utamanya adalah waktu tunggu yang panjang untuk pemesanan pesawat per unit yang bisa memakan waktu 7 tahun.

"Semua kendalanya cuma satu, delivery time. Bukan masalah memilih jenis saja. Delivery time. Mau milih jenis pesawat yang mana kalau delivery time-nya juga nggak segera, kita mesti putar otak dulu kan," ungkapnya.

Kendati demikian, Danantara dan Garuda menyatakan minat dan komitmen langsung terkait pembelian pesawat. Namun dari pihak Boeing belum merespons kesiapan tersebut dalam waktu dekat untuk memproduksi berapa unit untuk Garuda.

"Kita siap membeli 50. Cuma Boeing belum menjawab atau akan menjawab dia mampunya 10 kah, 20 kah, itu belum," kata Rohan.

Pada pekan lalu, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump resmi meneken kesepakatan dagang strategis melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Kesepakatan dagang itu memuat komitmen investasi Indonesia senilai US$33 miliar atau sekitar Rp556,9 triliun (asumsi kurs Rp16.880 per dolar AS) di sektor pertanian, dirgantara, dan energi AS.

Komitmen investasi Rp556,9 triliun tersebut meliputi:
1. Impor migas dari AS senilai US$15 miliar (senilai Rp253,1 triliun) per tahun
2. Pembelian pesawat komersial dan barang dari AS, termasuk dari Boeing, senilai US$13,5 miliar atau setara Rp227,8 triliun
3. Pembelian produk pertanian AS senilai lebih dari US$4,5 miliar atau Rp75,9 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(fln/pta)