Kepala SPPG Buka Suara Terkait Insiden MBG di Cimahi

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 13:31 WIB
Pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan memberikan penanganan medis kepada para siswa. Komunikasi juga aktif kepada orang tua murid.
Pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan memberikan penanganan medis kepada para siswa. Komunikasi juga aktif kepada orang tua murid. (FOTO:ANTARA/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Insiden keamanan pangan terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cimahi, Jawa Barat. Sebanyak 43 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala muntah usai mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Rabu (25/2).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 2 Nur Arif Putra Pratama menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan pihaknya bergerak cepat melakukan penanganan.

Ia mengatakan, begitu menerima laporan pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan memberikan penanganan medis kepada para siswa. Komunikasi juga dilakukan secara aktif kepada orang tua murid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memberikan informasi dengan baik kepada orang tua dengan tidak membuat mereka panik dan melakukan penjelasan gizi lalu permohonan minta maaf," ujar Nur pada Kamis (26/2) melansir keterangan resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Menu MBG yang dibagikan saat kejadian meliputi onigiri, telur rebus, sari gandum, kurma, biskuit Regal, dan susu.

Hingga Rabu malam, tercatat 43 orang menjalani pemeriksaan medis di sejumlah rumah sakit di Cimahi. Gejala yang dialami berupa muntah lebih dari dua hingga tiga kali. Namun, tidak ada laporan kondisi berat maupun kritis.

Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden telah diamankan untuk diperiksa di laboratorium. Nur menyatakan pihaknya juga telah melaporkan kronologi kejadian kepada Badan Gizi Nasional dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila diperlukan langkah pengamanan lebih lanjut.

Nur memastikan proses produksi makanan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP). Berdasarkan laporannya, bahan baku diterima pada 24 Februari 2026 pukul 07.00 WIB dan langsung diperiksa kualitasnya oleh ahli gizi sebelum disimpan dalam mesin pendingin.

Proses persiapan dilakukan pukul 12.30 WIB dengan menerapkan enam langkah cuci tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap, serta pencucian bahan menggunakan air mengalir.

Selanjutnya, ayam direbus pukul 13.30 WIB untuk diolah menjadi ayam suwir, nasi dimasak pukul 16.00 WIB, dan pencetakan onigiri dilakukan pukul 20.30 WIB oleh relawan yang disebut dalam kondisi sehat.

Distribusi makanan dilakukan pukul 06.50 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh proses disebut berada dalam pengawasan kepala SPPG dan staf.

"Saat ini, investigasi penyebab penurunan kualitas makanan masih dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Keliling," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)