Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang, Dupoin Bangun Sumur Bor untuk 300 KK
Sebagai bagian dari program CSR 'Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang, PT Dupoin Futures Indonesia membangun sumur bor di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Program ini ditujukan untuk membantu warga terdampak bencana banjir dan longsor yang saat ini berada dalam fase rehabilitasi.
Dalam keterangan tertulisnya, sumur bor ini menjangkau sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 950 warga. Para warga ini mengalami kesulitan akses air bersih selama sekitar satu bulan pascabencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembangunan dilakukan selama tiga pekan sejak pertengahan Januari, diawali dengan uji geolistrik untuk menentukan titik air, kemudian pengeboran hingga kedalaman 40-60 meter.
Sumur bor tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih layak.
Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia Gunawan Herman mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Good Corporate Governance (GCG).
"Kami percaya keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Program ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana," kata Gunawan.
Sementara itu Kepala Dusun Desa Cinta Raja, Salam Udin, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya selama satu bulan pascabanjir, masyarakat terpaksa menggunakan air seadanya termasuk air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur atas pembangunan sumur bor ini karena kini warga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan beribadah dengan lebih layak," kata Salam.
Pembangunan fasilitas dilakukan di area Masjid Nurul Huda agar akses air dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh warga sekitar. Pengelolaan sumur dilakukan bersama masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan penggunaan dan perawatan fasilitas dalam jangka panjang.
Program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam memberikan dampak sosial yang terukur di berbagai daerah. Perusahaan menilai akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana.
(sur/tim/sur)[Gambas:Video CNN]


