Dasco Respons Isu Produsen Mie Sedaap Lakukan PHK Massal
DPR RI memastikan PT Karunia Alam Segar, produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur, berkomitmen menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja setelah menerima aspirasi karyawan terkait kabar PHK massal yang ramai dibicarakan publik.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR telah berkoordinasi langsung dengan pihak perusahaan dan memperoleh komitmen penghentian PHK.
"Pihak DPR RI telah menerima aspirasi dari pekerja Mie Sedaap. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Mie Sedaap dan didapatkan hasil bahwa pihak Mie Sedaap akan segera menyetop PHK yang terjadi, dan pihak Mie Sedaap juga berjanji tidak akan ada PHK-PHK di Mie Sedaap lagi," ujar Dasco dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dasco, langkah tersebut dinilai penting mengingat momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri. Ia menyebut kondisi tersebut seharusnya tidak diwarnai pemutusan kerja yang dapat memicu keresahan pekerja.
"Ini adalah hal yang menurut kami seharusnya tidak terjadi pada saat puasa dan menjelang Lebaran. Sehingga tadi sepakat pihak Mie Sedaap untuk menyetop PHK," katanya.
Ia menambahkan DPR menilai komitmen perusahaan sudah cukup memberikan kepastian bagi pekerja untuk kembali bekerja dengan tenang.
"Saya pikir sudah cukup komitmen dari pihak Mie Sedaap. Para pekerja dapat kembali tenang bekerja, sehingga kita sama-sama berpuasa dengan tenang dan menghadapi Lebaran dengan tenang," ujar Dasco.
Pernyataan DPR tersebut muncul setelah kabar kebijakan merumahkan sekitar 400 karyawan PT Karunia Alam Segar menjadi perbincangan di media sosial.
Kebijakan itu sempat dikaitkan dengan momentum Ramadan dan menjelang Lebaran, termasuk spekulasi untuk menghindari kewajiban pembayaran tunjangan hari raya (THR).
Namun pihak perusahaan membantah kebijakan tersebut berkaitan dengan momentum tertentu. Human Resources and General Affairs Karunia Alam Segar Peter Sindaru menyatakan penyesuaian tenaga kerja dilakukan karena dinamika permintaan pasar dan kebutuhan produksi.
"Sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar. Penyesuaian kapasitas produksi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan," ujar Peter, melansir CNBC Indonesia, Senin (23/2).
Mekanisme penggunaan tenaga kerja tambahan melalui penyedia jasa juga disebut sebagai praktik umum di industri manufaktur.
Perusahaan menegaskan kebijakan tersebut dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak didasarkan pada bulan atau momentum tertentu, termasuk Ramadan.
PT Karunia Alam Segar merupakan anak perusahaan PT Wings Surya (Wings Group) yang memproduksi berbagai makanan dan minuman instan, termasuk produk Mie Sedaap.
(del/ins)