Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Proteksi Trading Derivatif Crypto

Pintu | CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 15:46 WIB
Harga Bitcoin turun 50% dari puncaknya, Pintu Futures hadir dengan fitur unggulan untuk trading derivatif crypto, memaksimalkan keuntungan dan mengelola risiko.
Ilustrasi (Foto: arsip foto Pintu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam hampir 50 persen dari rekor tertingginya. Data pasar menunjukkan Bitcoin yang sempat mencapai US$126.210 pada Oktober 2025, turun ke kisaran US$68.000 per 16 Februari 2026.

Di tengah kondisi pasar ini, trading derivatif crypto dapat menjadi alternatif bagi trader crypto untuk bisa memaksimalkan potensi keuntungan.

Untuk mendukung strategi trading sambil tetap meminimalisir risiko pengguna, Pintu Futures, menyediakan lima fitur unggulan bagi pengguna yakni Take Profit dan Stop Loss, Adjustable Leverage hingga 25x, Price Protection, Initial Margin Buffer, dan Stop Order.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk trading derivatif aset crypto milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU) ini telah terdaftar dan diawasi resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan, Trading derivatif crypto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko.

"Sepanjang 2025 kami terus menghadirkan fitur inovatif untuk mendukung manajemen risiko trading derivatif, yang sekarang semuanya sudah bisa dimaksimalkan oleh pengguna Pintu Futures," kata Iskandar dikutip Kamis (19/2).

Manajemen risiko di Pintu Futures kini lebih mudah dengan fitur Take Profit dan Stop Loss untuk pengaturan target profit dan batas rugi otomatis.

Trader juga bisa menggunakan Adjustable Leverage untuk menyesuaikan tingkat leverage, dari 1x hingga 25x, sesuai dengan strategi dan profil risiko setiap trader.

Kemudian, Price Protection yang dapat melindungi posisi dari slippage yang ekstrem saat market sedang volatil yang bisa diatur tingkat toleransinya seperti 0,2%, 1%, atau 2,5%.

Selanjutnya IM Buffer berfungsi untuk menambahkan margin cadangan ke posisi yang telah dipasang agar tidak cepat terkena likuidasi.

Terakhir adalah Stop Order untuk melakukan order ketika harga mencapai level tertentu sesuai yang ditentukan berdasarkan analisis teknikal.

Fitur ini membantu trader mengelola risiko maupun masuk ke pasar berdasarkan strategi tertentu tanpa harus memantau pergerakan harga secara terus-menerus.

Mengutip data dari Coinglass, saat harga BTC jatuh ke level $60ribu pada 6 Februari 2026, pasar crypto dihantam gelombang likuidasi sebesar $4,85 miliar. Dampaknya, indeks fear & greed turun menjadi 6 yang menjadi terendah di awal tahun 2026.

"Trading derivatif crypto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, bisa mengambil posisi long jika yakin harga naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun. Namun perlu diingat bahwa ini masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return, maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting. Semua informasi mengenai kondisi pasar dan tips trading derivatif crypto kami berikan lewat platform edukasi Pintu Academy dan Pintu News," tutup Iskandar.

(inh)