Prabowo Ungkap MBG Tiru Pengalaman Amerika Serikat dan Eropa
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, terinspirasi dari pengalaman Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa dalam menyediakan layanan makan bagi anak-anak.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2).
"Saya menjalankan Program Makan Gratis, yang pada dasarnya saya tiru atau pelajari dari pengalaman Amerika dan Eropa yang telah melakukannya selama bertahun-tahun," ujar Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari proses demokratisasi yang nyata, di mana manfaat demokrasi harus dapat dirasakan langsung masyarakat melalui layanan pendidikan dan kesehatan.
Prabowo juga menyinggung perjalanan politiknya sebelum terpilih sebagai presiden pada 2024. Ia mengaku telah mengikuti kontestasi pemilihan presiden sebanyak lima kali, yakni pada 2004, 2009, 2014, 2019, dan 2024.
Menurutnya, pengalaman berkeliling desa selama masa kampanye membuka matanya terhadap persoalan stunting di Indonesia. Ia mengaku terkejut melihat banyak anak di desa yang bertubuh kecil dibandingkan usia sebenarnya.
"Saya baru tahu bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting (tengkes). Sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka. Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa," ujarnya.
Prabowo menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Ia juga menyoroti kesenjangan antara kelompok sangat kaya dan masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan.
"Saya juga melihat kesenjangan antara yang sangat kaya di puncak dengan rakyat saya yang masih mengalami kemiskinan. Hal ini membuat saya semakin bertekad untuk memiliki kebijakan yang dapat segera meringankan masalah ini," tegasnya.
Untuk membiayai program tersebut, Prabowo menyebut pemerintah melakukan penghematan dari inefisiensi dan penyalahgunaan anggaran negara. Dana yang berhasil dihemat itu kemudian dialokasikan ulang untuk mendanai program MBG.
"Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan yang kami hasilkan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara," katanya.
Ia menambahkan, setelah beberapa bulan program berjalan, sejumlah perwakilan dari Rockefeller Institute of Government mendatangi Jakarta untuk mempelajari program makan gratis tersebut.
Menurut Prabowo, berdasarkan penelitian yang disampaikan lembaga itu, setiap US$1 atau senilai Rp16.932 yang dibelanjakan untuk makan gratis anak-anak dapat menghasilkan imbal balik sedikitnya US$7 atau setara dengan Rp118.524 (asumsi kurs Rp16.932 per dolar AS), bahkan dalam jangka panjang hingga 35 kali lipat.
"Untuk setiap US$1 yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, imbal hasilnya (return) menurut penelitian mereka setidaknya US$7, bahkan dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat," tandasnya.
(lau/ins)