Luncurkan JConnect 3 Tahun Ini, Bank Jatim Targetkan 2 Juta Pengguna

CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 11:42 WIB
JConnect Versi 3 merupakan aplikasi yang dirilis Bank Jatim dan sudah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Foto ilustrasi. Bank Jatim
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menargetkan 2 juta pengguna saat meluncurkan JConnect versi 3 di tahun ini.

JConnect Versi 3 merupakan aplikasi yang dirilis Bank Jatim dan sudah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dilansir dari Detikcom, aplikasi versi baru tersebut akan segera diimplementasikan dengan platform dan fitur yang lebih lengkap untuk meningkatkan loyalitas nasabah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan hal ini merupakan bagian upaya untuk memperkuat posisi sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia di mana transformasi digital menjadi fokus rencana kerja di tahun 2026.

"Sekarang sudah 1 juta, targetnya naik minimal 2 juta pengguna," kata Winardi dalam Rapat Kerja Tahunan (Rastra) tahun 2026 di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/2).

Bank Jatim juga menurutnya akan berperan lebih dalam mendorong inklusi keuangan, khususnya pada dana murah (CASA) melalui penggunaan aplikasi digital.

Selama ini Bank Jatim telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah sebagai Agent of Development, terutama dalam sektor pemberdayaan UMKM dan hilirisasi, pengelolaan transfer keuangan daerah (TKD), dan mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

"Visi kami jelas, menjadi yang terbaik di kelas BPD. Melalui kekompakan dan strategi yang tepat, kami yakin 2026 akan menjadi tahun keemasan bagi Bank Jatim," kata Winardi.

Dalam kesempatan yang sama, Winardi memaparkan rencana kerja yang berfokus pada transformasi digital, penguatan modal, dan sinergi ekosistem daerah menjadi fokus utama di tahun 2026 ini.

Target pertumbuhan laba bersih pada 2026 sudah dicanangkan.

"Dan rapat kerja ini adalah booster semangat bagi seluruh unit kerja. Kami ingin memastikan setiap pegawai memiliki arahan strategis yang sama untuk mencapai target kinerja 2026," katanya.

Meski angka audit tahun 2025 masih dalam proses finalisasi oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), manajemen yakin proyeksi tahun ini akan melampaui capaian sebelumnya karena fundamental perusahaan yang semakin kuat.

"Fokus kami bukan hanya pada bottom line atau laba, tetapi juga perbaikan kualitas aset melalui penekanan angka Non-Performing Loan (NPL)," kata Winardi.

(tim/sur)


[Gambas:Video CNN]