Purbaya Jamin Defisit Tak Tembus 3 Persen PDB Meski Geber Stimulus
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak akan melampaui batas aman 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Ia juga menegaskan penarikan utang akan tetap terkendali.
"Saya enggak akan melewati (defisit) yang 3 persen itu. Masalah defisit tuh bukan sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Jadi, enggak usah takut saya ngutang enggak terkendali," ujar Purbaya dalam acara Economic Outlook di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perbandingan, defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap PDB.
Purbaya menjelaskan pemerintah akan menghitung proyeksi penerimaan pajak hingga akhir tahun setelah kuartal II 2026.
Dari proyeksi tersebut, pemerintah akan menentukan kebutuhan pembiayaan utang, apakah sesuai target dalam APBN 2026 sebesar Rp832 triliun atau dapat ditekan lebih rendah.
Ia mengungkapkan pemerintah saat ini memiliki kas sekitar Rp270 triliun di luar anggaran yang berpotensi digunakan untuk mengurangi penerbitan surat utang. Namun, menurutnya, dana tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dengan utang yang sama, rasio utang terhadap PDB akan turun. Itu yang saya mau, bukan tiba-tiba dipotong semuanya lalu ekonomi tidak bergerak," ujarnya.
Purbaya menekankan komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen bukan sekadar optimisme, melainkan berdasarkan pengalaman panjang pemerintah dalam mengelola ekonomi nasional serta upaya memperkuat fondasi ekonomi.
"Anda bilang saya optimistis, saya enggak optimistis, saya ngerti. Saya punya pengetahuan dan saya implement, harusnya berhasil. Kita itu berdasarkan pengalaman 20 tahun, 25 tahun lebih melihat ekonomi Indonesia. Jadi itu bukan optimisme, itu memang sesuatu yang akan terjadi karena kita mengubah betul pondasi ekonomi kita, akan beda dibanding 20 tahun yang lalu saya pikir," pungkasnya.
(lau/sfr)