Prabowo Terima Laporan Pengusaha: Konsumsi Naik Berkat MBG
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah pengusaha melaporkan peningkatan konsumsi rumah tangga di Indonesia berkat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan laporan tersebut diterimanya langsung dari kalangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
"Saya ketemu pengusaha-pengusaha Apindo, mereka lapor ke saya, 'Pak, belum pernah Pak, udah lama sekali, belum pernah bulan Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi'. Dan ini, menurut mereka, ini karena MBG," ujar Prabowo dalam acara Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres, Jakarta Barat, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prabowo, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga disebut berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, termasuk peningkatan permintaan bahan pangan serta pembukaan lapangan kerja.
Ia menyebut setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan tenaga kerja dan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, sehingga memberikan peluang kerja bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan.
"Lapangan kerja dibentuk satu dapur, satu SPPG, 50 orang bekerja. Yang tadinya tidak punya penghasilan. Mereka bekerja. Mereka bisa bantu suami. Mereka bisa membantu anaknya," ujarnya.
Selain itu, Sang Kepala Negara mengatakan program tersebut disebut membantu mengurangi kesenjangan ekonomi. Ia mengaku menerima laporan dari sejumlah kepala daerah terkait dampak MBG terhadap indikator ketimpangan.
"Sebenarnya saya dapat laporan, baru beberapa hari juga dari beberapa kabupaten, beberapa kepala daerah, mereka katakan mereka sekarang yakin manfaat dari MBG. Karena apa? Mengurangi kesenjangan. Kesenjangan antara yang kaya dan miskin itu diukur oleh gini rasio. Mereka lihat gini rasionya berkurang," kata dia.
Prabowo juga menyebut meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dinilai berdampak pada petani kecil karena hasil produksi mereka terserap pasar. Menurutnya, sebelumnya petani sering tidak mengetahui kepastian pembeli hasil panen, namun kini permintaan dinilai lebih terjamin.
Ia menambahkan pemerintah menerima laporan permintaan terhadap hasil pertanian bahkan meningkat hingga terjadi persaingan untuk memperoleh produk dari petani. Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan serapan produksi pangan di tingkat lokal.
"Dan kita lihat, tiap hari satu SPPG butuh sayur, butuh telur, butuh ayam, butuh daging, dan sebagainya. Ini menghidupkan petani-petani kecil, mereka sekarang yakin punya penghasilan," ujar Prabowo.
(del/ins)