Garuda Indonesia Bakal Jadi Induk Holding BUMN Penerbangan

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 18:28 WIB
BPI Danantara bakal membentuk holding BUMN penerbangan yang dipimpin oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan menaungi Citilink dan Pelita Air.
BPI Danantara bakal membentuk holding BUMN penerbangan yang dipimpin oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan menaungi Citilink dan Pelita Air. (Dok. Garuda Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal membentuk holding BUMN penerbangan yang dipimpin oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Anggotanya akan ada dua yakni Citilink dan Pelita Air.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan untuk itu pihaknya tengah mempercepat proses pemisahan Pelita Air dari PT Pertamina (Persero) yang akan melepas seluruh bisnis non migasnya.

"Iya, Garuda Indonesia induk (holding maskapai), (di bawahnya) ada Citilink, ada Pelita," ujar Dony ditemui di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (10/2) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dony, Danantara menargetkan proses penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia bisa selesai pada kuartal I tahun ini. Pasalnya, Garuda juga menyelesaikan seluruh proses pada waktu yang sama.

"Garuda di kuartal I ini udah pindah, cepat mereka," katanya.

Danantara memang bakal melakukan pembenahan di sluruh lini bisnisnya di tahun ini, termasuk PT Pertamina yang akan difokuskan pada minyak dan gas. Sedangkan bisnis lainnya seperti penerbangan hingga perhotelan akan digabung ke BUMN lain.

"Jadi paralel selama satu tahun ini kita lakukan proses konsolidasi ini. Jadi mulai dari yang paling dekat itu pasti IHC, rumah sakit ya kan, hotel, kemudian tadi airlines, asuransi lagi kita review, kemudian bisnis yang lainnya apa lagi, ada juga yang kita, apa namanya, divestasi, kemudian bisnis yang non-related, itu kita lakukan proses," jelas Dony.

Dengan transformasi dan fokus lini bisnis ini, Dony menekankan akan membuat kinerja para BUMN menjadi lebih baik dan tidak saling tumpang tindih dalam penugasan.

"Jadi memang nanti perusahaan BUMN kita tuh bagus-bagus nanti, rumah sakit sendiri, hotel sendiri, asuransi sendiri, oil and gas sendiri, airline sendiri. Jadi lebih baik, lebih proper," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)