Bos LPS Minta Purbaya Turunkan Bunga SAL Demi Dorong Penyaluran Kredit

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 12:30 WIB
Ketua DK LPS Anggito Abimanyu meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menurunkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) demi mendorong penyaluran kredit.
Ketua DK LPS Anggito Abimanyu meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menurunkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) demi mendorong penyaluran kredit. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menurunkan bunga Saldo Anggaran Lebih (SAL). Upaya tersebut dilakukan untuk menurunkan bunga simpanan pemerintah dan BUMN untuk mendorong peningkatan permintaan (demandkredit perbankan.

"Yang kita lakukan, kita minta Pak Purbaya (Menteri Keuangan) turunkan SAL (Saldo Anggaran Lebih). Desember lalu untuk simpanan baru sudah diturunkan sampai ke Tingkat Bunga Penjaminan (TBP)," ujar Anggito dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).

Penyaluran kredit perbankan sepanjang 2025 tercatat tumbuh 9,69 persen, masih berada dalam target 9-11 persen, namun Anggito menilai besarnya permintaan kredit masih perlu perhatian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data LPS, dana simpanan pemerintah dan BUMN yang masih menerima bunga di atas TBP mencapai 22,77 persen dari total simpanan di atas TBP, yakni sebesar Rp3.336 triliun.

Sementara itu, korporasi swasta menjadi pemilik simpanan terbesar di atas TBP dengan porsi 50,31 persen, diikuti nasabah individu 22,69 persen, dan lainnya 4,23 persen.

Sejak awal 2026, TBP bank umum dipatok LPS di level 3,5 persen untuk simpanan rupiah dan 2 persen untuk simpanan valuta asing. Sedangkan TBP Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dipatok sebesar 6 persen.

Anggito menekankan, penurunan suku bunga simpanan tidak otomatis meningkatkan permintaan kredit, namun menjadi salah satu faktor pendukung bagi dunia usaha untuk mengajukan pinjaman.

"Kalau supply kita turunkan TBP. Saya rajin ke bank-bank, turunkan dong. Karena kalau nggak, suku bunga kredit nggak bisa turun dan demand kredit itu nggak bisa naik," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)