BEI Bertemu FTSE Russell Sebelum Umumkan Tunda Penilaian Saham RI
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku telah bertemu dengan Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell sebelum penyedia indeks global tersebut menunda peninjauan atau rebalancing saham Indonesia pada Maret 2026.
Diketahui, FTSE akan melakukan penyesuaian indeks saham Indonesia menyusul potensi gejolak dan kepastian perhitungan free float saham di pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan dalam pertemuan tersebut, FTSE mendukung reformasi yang sedang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pertemuan kami dengan FTSE kemarin, dapat kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO," ujar Jeffrey Hendrik dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (10/2).
Lihat Juga : |
Jeffrey menyampaikan FTSE Russell meminta otoritas pasar modal untuk mempercepat reformasi pasar modal sesuai dengan target yang ditetapkan. Meski begitu, BEI mengapresiasi dukungan dari FTSE Russell.
"Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE. Kita juga dapat memahami bahwa FTSE juga tidak menyampaikan concern terkait country classification," imbuhnya.
Sebagai informasi, FTSE Russell memutuskan untuk menunda rebalancing saham Indonesia. Hal ini dilakukan berdasarkan aturan 2.4 Gangguan Pasar Luar Biasa dari Kebijakan Indeks Jika Klien Tidak Dapat Memperdagangkan Pasar atau Sekuritas.
Dengan begitu, FTSE Russell ke depannya akan ikut meninjau perkembangan rencana reformasi pasar modal Indonesia.
"FTSE Russell akan terus memantau perkembangan rencana reformasi dan akan memberikan pembaruan sebelum tanggal pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 pada hari Jumat, 22 Mei 2026," tulis FTSE Russell dalam keterangan resmi, Senin (9/2).
(fln/ins)