EVOLUTION INDONESIA FORUM

ESDM Proyeksikan Transisi Energi Bakal Ciptakan 760 Ribu Green Jobs

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 13:09 WIB
Kementerian ESDM menyampaikan penciptaan lapangan kerja hijau menjadi salah satu manfaat ekonomi utama dari agenda transisi energi.
Kementerian ESDM menyampaikan penciptaan lapangan kerja hijau menjadi salah satu manfaat ekonomi utama dari agenda transisi energi. (FOTO:CNNIndonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memproyeksikan transisi energi nasional akan menciptakan hingga 760 ribu lapangan kerja hijau (green jobs) dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi tersebut seiring dengan percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan penciptaan lapangan kerja hijau menjadi salah satu manfaat ekonomi utama dari agenda transisi energi.

Menurutnya, pengembangan EBT tidak hanya berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan serapan tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan kita harapkan green jobs juga terdorong lahir dan kita memerlukan SDM-SDM yang punya skill yang baik. Jadi kita harapkan kira-kira ada 760 ribu orang yang mempunyai skill di wilayah green jobs," ujar Eniya dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).

Lihat Juga :

Eniya menjelaskan, sektor energi surya, angin, air, dan panas bumi menjadi kontributor utama dalam penciptaan lapangan kerja baru. Selain itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya juga diperkirakan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

"Lapangan kerja hijau ini tidak hanya muncul di hulu, tetapi juga di hilir, termasuk industri pendukung dan jasa," katanya.

Pemerintah, lanjut Eniya, juga menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tenaga kerja nasional siap mengisi kebutuhan tersebut. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi dengan dunia usaha serta lembaga pendidikan.

"Ke depan juga kalau RUPTL-nya PLN ini bisa tumbuh dan sesuai harapan, ini kita bisa menurunkan sebanyak 129 juta ton CO2," ujarnya.

Di sisi lain, Eniya menekankan salah satu upaya di transisi energi ini, pemerintah dalam hal ini kementerian ESDM sudah mengeluarkan peraturan Menteri Nomor 10 Tahun 2025 tentang Peta Jalan (Road Map) Transisi Energi Sektor Ketenagalistrikan.

"Dan di sini kita bisa menggaris bawahi semua sektor, itu bisa masuk, termasuk di dalamnya ada teknologi co-firing, ada pengurangan BBM, pengurangan penggunaan diesel," pungkasnya.

(ldy/ins)