Dirut BEI Iman Rachman yang Mundur Ternyata Belum Ajukan Surat Resign
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan Direktur Utama BEI Iman Rachman yang sebelumnya menyatakan mundur ternyata belum mengajukan surat pengunduran diri (resign) secara resmi.
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Sunandar menjelaskan proses administrasi pengunduran diri Iman Rachman masih berjalan.
Ia menjelaskan Jeffrey Hendrik akan resmi menjadi pejabat sementara (Pjs) Dirut BEI setelah adanya surat resmi pengunduran diri dari dirut BEI sebelumnya, yakni Iman Rachman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuman resminya (Jreffrey Pjs Dirut BEI) nunggu surat resmi pengunduran diri dari dirutnya," kata Sunandar saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (3/2).
Lihat Juga : |
Meski belum resmi secara administrasi, ia menyebut penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut BEI sudah efektif sejak Jumat (30/1) berdasarkan keputusan rapat direksi.
"Sudah, Pak Jeffrey. Jadi, keputusan radir (rapat direktur) kan waktu hari Jumat langsung," ujar Sunandar.
Sebelumnya, Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI dalam konferensi pers pada Jumat (30/1). Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya pasar saham Indonesia selama dua hari berturut-turut.
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia," ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI.
Iman berharap keputusannya terbaik untuk pasar modal Indonesia.
"Semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," ujarnya.
Kemudian, Jeffrey Hendrik ditunjuk menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), menggantikan Iman Rachman.
Jeffrey mengatakan pengangkatan dirinya sebagai Pejabat sementara Dirut BEI dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi. Pengangkatannya dirinya telah disetujui oleh Dewan Komisaris.
"Untuk itu kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal," kata Jeffrey dalam jumpa pers bersama para Menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1).
Jeffrey menegaskan komitmennya untuk membentuk pasar modal Indonesia berkelas dunia. Tidak hanya setara nilai dagang, tetapi juga dalam transparansi dan tata kelola.
"Kami juga mencermati perkembangan terakhir, apa yang diharapkan oleh Indeks Provider Global, kami sudah berkomunikasi, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin," katanya.
(fln/pta)