Investasi Kendaraan Listrik Tembus 15,5 Persen, Realisasi Nyaris 90%
Pemerintah mencatat investasi di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) telah mencapai sekitar 15,5 persen dengan tingkat realisasi mendekati 90 persen. Capaian tersebut menandakan kuatnya minat investor, sekaligus kesiapan ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Deputi Perniagaan Ekonomi Digital Ali Murtopo mengatakan, investasi EV menjadi salah satu penopang penting dalam agenda kemandirian industri nasional.
"Selanjutnya investasi yang tadi kami sebutkan sudah terealisasi hampir 90 persen, mudah-mudahan dalam waktu dekat itu semua sudah direalisasi," ujar Ali dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah secara konsisten mendorong pengembangan EV melalui berbagai insentif fiskal dan non-fiskal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi. Oleh karena itu, kapasitas terpasang industri kendaraan listrik nasional saat ini telah melampaui 300 ribu unit.
Lihat Juga :![]() EVolution Indonesia Forum Industri Hulu: Smelter hingga Baterai Siap Bangun Ekosistem EV RI |
Dari sisi pasar, pertumbuhan kendaraan listrik dinilai semakin signifikan. Penjualan EV domestik telah menembus lebih dari 100 ribu unit atau sekitar 12,9 persen dari total pasar kendaraan nasional, seiring meningkatnya adopsi masyarakat.
Selain itu, populasi kendaraan listrik di Indonesia kini disebut telah mendekati lebih dari 330 ribu unit. Kondisi ini menunjukkan ekosistem kendaraan listrik, termasuk infrastruktur dan rantai pasok, mulai terbentuk secara menyeluruh.
"Dan itu sudah membuktikan bahwa ekosistem di kita sudah siap," katanya.
Ali menambahkan, kesiapan ekosistem juga terlihat dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari pertambangan, smelter, prekursor, hingga industri baterai. Dengan dukungan investasi dan kebijakan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis sektor kendaraan listrik dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
"Melalui evolution Indonesia Forum 2026, mari kita berkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan transisi industri otomotif menuju net zero emission. Serta menegaskan Indonesia bukan hanya sebagai pasar tetapi pusat industrialisasi dan inovasi kendaraan industri untuk global," pungkasnya.
(ldy/ins)