OJK - BEI Rapat Online dengan MSCI Buntut IHSG Anjlok, Ini Hasilnya

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 19:08 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore. (CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Self-Regulatory Organization (SRO) yang diwakili Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta perwakilan BPI Danantara.

Awalnya, Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyampaikan hal yang menjadi perhatian MSCI selaras dengan beberapa rencana aksi yang dicanangkan OJK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana itu mencakup kluster transparansi, termasuk pengungkapan ultimate beneficial ownership, dan likuiditas untuk mendorong peningkatan porsi saham publik (free float).

Hasan mengatakan terdapat beberapa hal yang dibahas bersama MSCI. Pertama, OJK bersama BEI dan KSEI mengajukan proposal solusi soal dua isu yang menjadi perhatian MSCI.

"OJK bersama Bursa (BEI) dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan isu yang terkait dua hal utama tadi," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (2/2).

Pertama, wasit industri jasa keuangan ini berencana untuk melakukan pemenuhan terkait disclosure atas kepemilihan pemegang saham di bawah 5 persen.

Kedua, OJK akan menetapkan kebijakan granularity atau klasifikasi investor yang selama ini pengelolaannya dilakukan oleh KSEI.

Hasan menyebut saat ini klasifikasi hanya terbatas 9 tipe investor utama. Ke depan, klasifikasi akan dirinci menjadi 27 sub-tipe investor.

"Yang akan lebih memunculkan klarifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan beneficial ownership dari kepemilikan saham tersebut," terang Hasan.

Ketiga, OJK telah menyampaikan proposal rencana kenaikan free float yang semula 7,5 persen menjadi 15 persen.

"Yang tentu pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan bersama seluruh pelaku dalam hari ini," katanya.

Lebih lanjut, Hasan menyebut diskusi berjalan sangat baik dan pihaknya mencanangkan akan dilakukan kembali pembahasan pada tahap teknis.

"Bahkan dari pihak MSCI menyediakan diri untuk memberikan guidance pada saat menjelaskan bagaimana metodologi dan cara perhitungan yang akan mereka lakukan pada akhirnya," ujar Hasan.

Dalam kesempatan sama, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan setelah pertemuan ini, akan ada pertemuan teknis rutin setiap minggu.

"Setelah ini akan ada pertemuan teknis rutin setiap minggu," ujar Jeffrey usai konferensi pers.

Saat ditanya terkait pertemuan teknis tersebut akan sampai kapan, Jeffrey menjawab akan dilaksanakan sampai bulan Mei 2026 mendatang.

"Diharapkan sebelum Mei," jawabnya.

Kemudian, saat ditanya apakah akan pertemuan langsung atau luring dengan pihak MSCI, ia menjawab belum ada rencana.

"Belum ada rencana saat ini," ujar Jeffrey.

[Gambas:Video CNN]

Pasar modal RI tengah dihantam badai sejak pekan lalu. Indeks babak belur setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.

Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

Ambrolnya IHSG pekan lalu sampai membuat Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri. Pengunduran itu disusul mundur massal empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.

Kemudian, OJK menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Friderica juga masih mengemban jabatan lamanya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.

Selain itu, OJK juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon. Dia juga tetap menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Pada awal pekan ini, IHSG ditutup di level7922 atau merosot 406,9 poin (-4,88 persen) dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.820 siang tadi.

(fln/sfr)