Neraca Dagang RI Surplus US$41,05 M Sepanjang 2025

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 12:42 WIB
BPS mencatat neraca perdagangan RI tembus US$41,05 miliar sepanjang 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar US$31,33 miliar.
BPS mencatat neraca perdagangan RI tembus US$41,05 miliar sepanjang 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar US$31,33 miliar. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia tembus US$41,05 miliar sepanjang 2025 (Januari-Desember), jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$31,33 miliar.

Secara rinci, surplus ditopang oleh komoditas non migas tercatat US$60,75 miliar. Sedangkan komdoitas migas defisit US$19,70 miliar.

"Surplusnya cukup tinggi, pada kondisi Januari-Desember 2025 dibandingkan januari-Desember 2024," ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (2/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Neraca dagang surplus cukup tinggi berkat nilai ekspor sepanjang periode Januari-Desember 2025 tercatat US$282,91 miliar atau meningkat 6,15 persen (yoy). Sedangkan impor hanya tercatat US$241,86 miliar sepanjang tahun lalu.

Ada tiga negara penyumbang surplus terbesar untuk Indonesia yakni Amerika Serikat sebesar US$18,11 miliar, India sebesar US413,49 miliar dan Filipina sebesar US48,42 miliar.

Sementara, negara penyumbang defisit terbesar adalah China minus US$20,50 miliar, Australia turun sebesar US$5,65 miliar dan Singapura berkurang US$5,47 miliar.

Lima komoditas penyumbang surplus adalah lemak dan minyak hewani/nabati; bahan bakar mineral; besi dan baja; nikel dan barang daripadanya; serta alas kaki.

Sedangkan, komoditas penyumbang defisit adalah mesin dan peralatan mekanis; mesin dan perlengkapan elektrik; plastik dan barang dari plastik; instrumen optik, fotografi, sinematografi dan medis; serta serealia.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)