Balongan Jadi Pintu Masuk BBM Impor untuk Jaga Pasokan RI

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Jan 2026 10:25 WIB
Pertamina Patra Niaga menyatakan Integrated Terminal (IT) Balongan berperan sebagai pintu masuk BBM impor, guna menjaga keberlanjutan pasokan domestik.
Pertamina Patra Niaga menyatakan Integrated Terminal (IT) Balongan berperan sebagai pintu masuk BBM impor, guna menjaga keberlanjutan pasokan domestik. (FOTO:Arsip Pertamina)
Indramayu, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan Integrated Terminal (IT) Balongan berperan sebagai salah satu pintu masuk bahan bakar minyak (BBM) impor guna menjaga keberlanjutan pasokan, khususnya saat pasokan domestik membutuhkan penopang tambahan.

Superintendent Fuel RSD IT Balongan Pertamina Patra Niaga Firman Nugroho mengatakan impor dilakukan secara selektif dan umumnya untuk produk tertentu.

"Kami juga mendapatkan suplai impor. Rata-rata kami impor produk gasoline RON 92 alias kalau brand-nya Pertamax. Itu rata-rata dari Singapura dan Malaysia," kata Firman dalam media briefing di Terminal BBM Balongan, Indramayu, Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, secara desain pasokan domestik dari Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan telah mampu menyuplai wilayah Jakarta, Cikampek, dan sekitarnya. Namun, pada kondisi tertentu seperti jadwal pemeliharaan kilang, impor menjadi penopang tambahan.

"Sebetulnya kalau fuel lifting dari IT Balongan itu mampu menyuplai secara domestik. RU VI Balongan secara desain sudah mampu, cuma memang ada beberapa jadwal, kalau misalnya perlu Maintenance Turn Around, maka kita backup-nya inject dari impor," ujarnya.

Firman menegaskan impor bukan kebutuhan rutin. Ia menjelaskan untuk Pertamax, produk yang diterima berupa gasoline RON 92 un-dyed sehingga masih memerlukan perlakuan lanjutan sebelum disalurkan.

"Jadi impor itu tidak selalu perlu, hanya pertambahan saja, dan biasanya kami impor produk-produk tertentu saja," katanya.

Dari sisi infrastruktur, IT Balongan memiliki fasilitas penerimaan impor yang terintegrasi dengan jaringan distribusi regional. Selain menerima impor dari Singapura dan Malaysia, pasokan domestik juga datang dari Kilang RU IV Cilacap melalui jalur pipa CB-1 dan CB-2 (Cilacap-Bandung) yang menyuplai Fuel Terminal Tasikmalaya, Bandung Group Ujung Berung, hingga Padalarang.

Di sisi barat Jawa Barat, Bandung Group juga mampu menerima kargo impor dari Singapura dan Malaysia.

Firman menjelaskan secara teknis impor biasanya datang dalam parsel besar menggunakan kapal Medium Range (MR) dengan muatan sekitar 32 ribu kiloliter. Karena itu, tidak semua terminal dapat menerima impor.

"Secara teknis impor itu parselannya besar. Jadi sebetulnya hanya beberapa terminal saja yang bisa. Salah satunya Balongan, Jakarta bisa, meskipun ke Jakarta juga terbatas kapasitas tanker yang bisa masuk," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)