Pertamina Jamin Kualitas BBM RON Lewat Proses Blending dan Uji Lab

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 21:30 WIB
Pertamina memastikan kualitas BBM yang disalurkan ke masyarakat sesuai spesifikasi, termasuk RON. Itu berkat proses blending dan uji laboratorium.
Pertamina memastikan kualitas BBM yang disalurkan ke masyarakat sesuai spesifikasi, termasuk RON. Itu karena BBM telah melalui proses blendingdan uji laboratorium. (FOTO:CNNIndonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang disalurkan ke masyarakat telah sesuai dengan spesifikasi, termasuk nilai Research Octane Number (RON), melalui proses blending dan pengujian laboratorium di setiap tahapan distribusi.

Superintendent Fuel RSD Integrated Terminal (IT) Balongan Pertamina Patra Niaga Firman Nugroho mengatakan pengujian kualitas dilakukan secara berlapis sejak produk diterima dari kilang hingga disalurkan ke mobil tangki dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Dalam setiap pergerakan minyak, arus minyak, kami melakukan uji lab. Jadi sebelum kami terima transfer produk minyak dari kilang, kita lakukan uji lab," kata Firman di Terminal BBM Balongan, Indramayu, Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, pengujian kembali dilakukan setelah produk diterima di terminal dan saat akan disalurkan ke konsumen. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut terdokumentasi dalam laporan pengujian.

"Begitu juga setelah kami lakukan penerimaan, kami lakukan sampling kembali dan kami uji lab kembali. Begitu pun ketika penyaluran ke unit-unit mobil tangki, setiap harinya kami lakukan pengujian," ujarnya.

Firman menegaskan rangkaian pengujian ini memastikan BBM yang diterima masyarakat telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

"Karena produk kami, kami jamin sesuai dengan spesifikasi. Jadi apa yang kami salurkan, kami harap memang sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi tersebut," katanya.

Sementara itu, Tester CFR and Aviation PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan Zaeturohmah Febriyanti menjelaskan laboratorium kilang berperan sebagai pengendali dan penjamin mutu produk sebelum dilepas ke rantai distribusi.

Pengujian dilakukan mengacu pada spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Zaeturohmah menyebut parameter pengujian BBM tidak hanya mencakup RON, tetapi juga berbagai aspek fisik dan kimia lainnya.

"Total parameternya ada sekitar 20 parameter lebih. Jadi tidak hanya RON, ada distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh parameter tersebut harus memenuhi spesifikasi sebelum produk dinyatakan layak salur. Untuk menjaga akurasi hasil, peralatan laboratorium wajib terkalibrasi dan personel pengujian telah tersertifikasi.

"Alat harus terkalibrasi, metodenya harus terbaru, dan personel juga harus kompeten. Jadi kalau hasilnya kami rilis, itu sudah sesuai spesifikasi," kata Zaeturohmah.

Terkait produk seperti Diesel X yang diproduksi Kilang Balongan, Zaeturohmah menegaskan laboratorium berperan memastikan kesesuaian spesifikasi, bukan melakukan riset produk.

"Laboratorium bukan tempat riset. Kami menguji sesuai spesifikasi yang diminta dan memastikan kualitasnya sebelum produk dilepas ke konsumen," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)