Kuasai Seperempat Bursa Saham, Danantara Minta BEI Lebih Transparan

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 20:27 WIB
Danantara mendorong BEI agar meningkatkan transparansi dan tata kelola, mengingat kontribusi BUMN di pasar modal domestik terbilang besar.
Danantara mendorong BEI agar meningkatkan transparansi dan tata kelola, mengingat kontribusi BUMN di pasar modal domestik terbilang besar. (FOTO:ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Executive Officer (CEO) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia Rosan P Roeslani mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan transparansi dan tata kelola seiring besarnya kontribusi badan usaha milik negara (BUMN) di pasar modal domestik.

Rosan menyebut saat ini banyak perusahaan pelat merah yang telah melantai di bursa, dengan kontribusi hampir 30 persen dari total kapitalisasi pasar saham nasional.

"Kita lihat banyak perusahaan BUMN kita ini yang sudah listing di publik. Kalau dilihat lebih dalam, hampir 30 persen dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita," ujar Rosan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rosan, besarnya porsi BUMN tersebut membuat penguatan transparansi dan tata kelola BEI menjadi semakin penting, terutama setelah sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap kebijakan free float saham di Indonesia yang memicu gejolak pasar dalam beberapa hari terakhir.

"Jadi ya kita juga ingin mendorong agar bursa kita ini menjadi lebih transparan, lebih terbuka. Dan juga menjadi seperti yang disampaikan oleh Pak Menko, selalu menjunjung tinggi tata kelola governance yang baik yang harus kita selalu tingkatkan secara terus-menerus, " katanya.

Rosan juga menyatakan Danantara terbuka untuk terlibat lebih jauh di pasar modal seiring rencana percepatan demutualisasi BEI.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan praktik di berbagai negara, di mana sovereign wealth fund (SWF) turut menjadi bagian dari kepemilikan bursa saham.

"Danantara tentunya dengan adanya program demutualisasi ini yang akan diakselerasi, kita juga tentunya terbuka dan seperti banyak negara-negara lain, banyak SWF juga menjadi bagian dari bursa itu," ujarnya.

Demutualisasi memungkinkan BEI tidak lagi hanya dimiliki oleh anggota bursa, melainkan membuka kepemilikan kepada pihak lain melalui pemisahan fungsi keanggotaan dan kepemilikan. Rosan berharap langkah ini dapat memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kedalaman dan transparansi pasar modal Indonesia.

"Nanti mungkin bursanya melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif, yang memang perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam dan memberikan transparansi yang lebih meningkat," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)