Rupiah Keok ke Rp16.755 per Dolar AS, Kena Sentimen IHSG Anjlok
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.755 per dolar AS pada Kamis (29/12) sore. Mata uang Garuda melemah 33 poin atau 0,20 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.786 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,07 persen, baht Thailand melemah 0,11 persen, yuan China menguat 0,12 persen, peso Filipina menguat 0,75 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,32 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar Singapura juga menguat 0,20 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,23 persen, poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,18 persen.
Dolar Australia menguat 0,12 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,18 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen risk off di pasar ekuitas domestik terkait potensi downgrade MSCI dan Goldman Sachs.
"Walau IHSG berhasil rebound kuat di sesi kedua, namun masih di wilayah negatif, rebound ini sedikit mendukung rupiah yang berhasil sedikit mengurangi pelemahan awal," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)