BCA Bakal Buyback Saham Rp5 T

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 13:18 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp5 triliun di pasar modal.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp5 triliun di pasar modal. (detikcom/Ari Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp5 triliun di pasar modal.

Emiten berkode BBCA ini mengatakan langkah ini dilakukan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada 2026 serta meningkatkan kepercayaan investor.

"Perseroan bermaksud melakukan pembelian kembali saham (buyback) untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada 2026, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat imbal hasil yang lebih optimal bagi para pemegang saham," tulis Corporate Secretary BCA I Ketut Alam dalam keterangan resmi tertulis, Rabu (28/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total nilai buyback yang ditetapkan maksimal sebesar Rp5 triliun, sudah termasuk biaya jasa perantara perdagangan efek dan biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan buyback.

Perusahaan membatasi jumlah saham yang dibeli kembali hingga maksimal 10 persen dari modal disetor, sementara porsi saham yang beredar di publik (free float) tetap dipertahankan minimal 7,5 persen.

I Ketut Alam menyebut pelaksanaan buyback tidak berdampak material terhadap kinerja dan aktivitas usaha dan tetap menjaga permodalan perusahaan sesuai ketentuan regulator.

"Perseroan meyakini bahwa buyback tidak akan berdampak material terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, posisi permodalan, maupun likuiditas Perseroan," kata I Ketut Alam.

Rencana buyback akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret mendatang untuk memperoleh persetujuan pemegang saham, dengan periode pelaksanaan maksimal 12 bulan sejak persetujuan tersebut.

"Buyback akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui pasar reguler dan hanya dilaksanakan melalui PT BCA Sekuritas," ungkapnya.

Asing jual saham BCA

Keputusan buyback diambil perseroan setelah mendapat tekanan jual asing yang sangat besar selama sepekan terakhir.

Mengutip CNBC Indonesia, pada periode 19-27 Januari 2026, net foreign sell BBCA mencapai Rp 5,86 triliun. Seiring dengan hal itu, saham BBCA terperosok 575 poin atau minus 7,12 persen pada periode yang sama.

Saat ini harga saham BBCA berada di bawah moving average (MA) 9 dan MA 50, menandakan tekanan jual masih dominan. Struktur harga membentuk lower high-lower low sejak gagal bertahan di area 8.800-9.000. 

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)