IHSG Kembali Anjlok, Purbaya Ramal Kepanikan Bertahan 3 Hari

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 12:47 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan di pasar saham dipicu kepanikan pelaku pasar terkait kebijakan MSCI, namun itu tidak mencerminkan fundamental.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan di pasar saham dipicu kepanikan pelaku pasar terkait kebijakan MSCI, namun itu tidak mencerminkan fundamental. (FOTO:ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan di pasar saham dipicu kepanikan pelaku pasar menyusul kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok hingga memicu penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) pada Kamis (29/1).

Ini menjadi trading halt kedua dalam dua hari berturut-turut setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menghentikan perdagangan pada Rabu (28/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita nggak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility kita, pasarnya dianggap pasar apa gitu, frontier level," ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).

Purbaya menilai pelemahan IHSG akibat sentimen tersebut bersifat sementara. Ia memperkirakan tekanan pasar hanya akan berlangsung dalam jangka pendek.

"Biasanya 2 hari, 2 setengah hari, 2 hari, 3 hari. Habis itu udah," kata dia.

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi, termasuk melalui pembenahan internal di Kementerian Keuangan. Selain itu, isu yang menjadi perhatian MSCI juga tengah ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Purbaya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar telah menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti catatan MSCI dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis pagi.

"Nanti mungkin Pak Mahendra akan menjelaskan lebih detail langkah apa yang akan diambil oleh OJK. Tadi pagi antaranya mau bicarakan hal tersebut. Dan sudah disimpulkan apa yang akan dilakukan." ujarnya.

Sebagai informasi, tekanan di pasar saham muncul setelah MSCI memutuskan menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia.

Setidaknya terdapat dua isu utama yang menekan pasar, yakni pembekuan rebalancing indeks MSCI pada Februari 2026 serta permintaan MSCI agar Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan terkait transparansi data hingga Mei 2026.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)