Purbaya Bakal Rombak Besar-besaran Bea Cukai, 34 Pejabat Dirotasi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pembenahan kinerja dan penguatan fundamental ekonomi nasional.
Purbaya mengatakan ia akan melantik sekitar 33 hingga 34 pejabat baru Bea dan Cukai. Rotasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja, integritas, serta efektivitas pelayanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Habis ini saya akan melantik sekitar 33-34 pejabat bea cukai baru. Saya putar, saya rotasi.Yang enggak perform, saya geser ke pinggir," ujar Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1), usai menghadiri pelantikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030.
Ia menegaskan perombakan tersebut merupakan bentuk shock therapy agar institusi Bea dan Cukai dapat bekerja lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama dalam mendukung arus perdagangan dan iklim investasi.
"Kalau saya cuma ngomong aja, enggak akan gerak. Sekarang saya shock yang besar-besar," katanya.
Purbaya menyebut sejumlah titik strategis menjadi fokus perombakan, di antaranya pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Batam, Semarang, Surabaya, hingga Bali.
Menurutnya, pembenahan di wilayah tersebut penting karena berkaitan langsung dengan arus logistik dan biaya ekonomi nasional.
"Tanjung Priok saya pindahin, Batam saya pindah. Semarang, Surabaya, Bali. Saya harapkan nanti bisa bekerja lebih baik lagi," ujarnya.
Ia optimistis perbaikan struktural dan pengetatan kinerja di Bea dan Cukai akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Purbaya menegaskan reformasi di Bea dan Cukai merupakan bagian dari upaya perbaikan ekonomi secara menyeluruh, bukan sekadar respons terhadap dinamika pasar keuangan.
"Yang penting buat saya, kita perbaiki ekonominya, dan ini betul-betul serius," katanya.
(lau/sfr)