EDUKASI KEUANGAN

4 Hal Harus Diperhatikan Agar Tak FOMO Beli Emas Rp3 Juta per Gram

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 09:00 WIB
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus melonjak hingga menembus Rp3 juta per gram di pasaran. Berikut 4 hal yang harus diperhatikan.
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus melonjak hingga menembus Rp3 juta per gram di pasaran. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus melonjak hingga menembus Rp3 juta per gram di pasaran.

Kondisi ini bisa memicu perasaan takut ketinggalan momen di kalangan masyarakat atau yang kerap disebut Fear of Missing Out (FOMO).

Keputusan membeli emas seharusnya tidak semata karena perasaan euforia saja, tetapi tetap mempertimbangkan tujuan keuangan dan risikonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perencana Keuangan OneShildt Budi Rahardjo mengatakan tidak heran saat ini masyarakat berbondong-bondong membeli emas karena mereka melihat dalam beberapa tahun ini tidak ada instrumen yang kinerjanya sebaik emas secara umum.

Lihat Juga :

"Ditambah lagi ada persepsi yang tumbuh di masyarakat seolah-olah bahwa emas adalah instrumen investasi teraman padahal setiap investasi pasti mengandung risiko," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/1).

Selain itu, menurut Budi, kondisi ini juga tumbuh bersamaan dengan kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik sehingga emas dianggap sebagai instrumen safe haven.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat investasi emas agar tidak hanya sekadar FOMO:

1. Ketahui Tujuan, Potensi, dan Risikonya

Budi menjelaskan calon pembeli atau investor harus mengetahui tujuan penggunaan, potensi keuntungan, dan risikonya sebelum membeli emas.

"Padahal sebelum membeli emas dalam kerangka perencanaan keuangan sebaiknya kita harus mengetahui tujuan penggunaannya, fungsi, potensi keuntungan dan risiko dari instrumen tersebut," ungkap Budi.

Ia mengatakan kita harus mengetahui tujuannya, yakni sebagai upaya diversifikasi portofolio untuk mencapai tujuan tertentu atau proteksi keuangan apabila terjadi kondisi ekonomi yang ekstrem alias krisis ekonomi.

"Jika kemudian orang itu kemudian meletakkan 70 persen dari asetnya ke emas karena FOMO, maka dia juga harus bersiap-siap jika kemudian harga emas berbalik arah dan menggerus mayoritas nilai asetnya," jelasnya.

2. Siapkan Kondisi Keuangan

Saat berencana untuk investasi emas jangka panjang, Budi mengatakan kita harus memiliki persiapan finansial yang baik, seperti dana darurat yang memadai, proteksi asuransi yang sesuai kebutuhan, dan arus kas juga dalam kondisi aman.

"Emas digunakan pada posisi ini sebagai pelengkap portofolio saat instrumen berisiko tinggi mengalami tekanan dan sarana diversifikasi sesuai profil dalam berinvestasi," kata Budi

Dengan demikian, menurutnya, emas bukan sebagai satu-satunya instrumen untuk mencapai tujuan investasi ke depan.

3. Investasi Jangka Panjang

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan investasi emas dalam jangka panjang akan menjaga uang kita agar tidak tergerus dengan inflasi.

"Walaupun sebagai aset investasi dia akan fluktuatif, kalaupun turun ya enggak apa-apa, dia akan berfungsi sebagai lindung nilai dari mata uang kita," ujar Andi.

Tentu ketika berinvestasi emas kita mengharapkan lebih cuan. Oleh karena itu, Andi menyampaikan saat hendak menjualnya kembali untuk memastikan harga buyback-nya sudah lebih tinggi dibandingkan dengan harga kita membeli sebelumnya.

"Ketika kita ingin mendapatkan cuan, gitu kan, itu ada selisih antara harga ketika kita beli sama ketika kita menjualnya kembali. Selisihnya itu sekitar 10 persen," tambahnya.

4. Pilih Emas Batangan, Bukan Perhiasan

Andi menyarankan membeli emas dalam bentuk batangan, bukan perhiasan. Hal ini karena emas batangan merupakan bentuk baku, sementara perhiasan bersifat subjektif.

Oleh karena itu, saat dijual kembali harga emas batangan akan mengikuti pasar sedangkan emas perhiasan mengikuti harga yang diberikan toko emas meski harganya sudah sama-sama naik di kemudian hari.

"Ketika dijual kembali, walaupun harganya sama-sama naik, yang batangan itu harganya akan mengikuti harga pasar. Namun kalau yang perhiasan itu akan tergantung dari harga buyback yang diberikan oleh si toko emas gimana," kata Andi.

Selain itu, harga buyback yang diberikan toko emas juga dipengaruhi biaya untuk peleburan dan pencetakan ulang sehingga kemungkinan mereka memberikan harga lebih rendah dibandingkan pasar.

"Kalau dia melihat, 'Oh, model begini udah enggak ngetren lagi nih.' Nah, sama dia mungkin harganya akan direndahkan lagi dari harga pasarannya, gitu," terangnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)