Airlangga hingga Seskab Bahas IHSG Anjlok, Apa Isinya?

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 18:05 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki regulasi pasar modal di Indonesia.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki regulasi pasar modal di Indonesia. (FOTO:CNNIndonesia/Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki regulasi pasar modal di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai menghadiri pertemuan bersama sejumlah pejabat negara dalam agenda sarapan pagi, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

"Pada prinsipnya, momentum ini dimanfaatkan untuk mereformasi regulasi pasar modal," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga mengakui pelemahan IHSG yang terjadi selama dua hari berturut-turut dipicu oleh sentimen teknikal, khususnya terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia.

MSCI memutuskan membekukan kebijakan indeks khusus saham Indonesia karena masih ditemukannya persoalan transparansi kepemilikan saham serta mekanisme penilaian free float yang dinilai belum memadai.

Selain itu, MSCI menilai data kepemilikan saham yang bersumber dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) belum sepenuhnya andal. Sementara itu, pembaruan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai belum menyentuh persoalan fundamental terkait aspek investability dan pembentukan harga yang wajar.

Menanggapi hal tersebut, Airlangga mengaku telah meminta BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindaklanjuti dan memperbaiki regulasi yang menjadi sorotan MSCI.

"Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya. Kami sudah beri pesan mengenai reform tadi, dan OJK akan memberikan press statement," pungkas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)