Rupiah Lanjut Menguat ke Rp16.846 per Dolar AS Berkat Sentimen Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.846 per dolar AS pada Jumat (23/1) pagi.
Mata uang Garuda menguat 50 poin atau 0,30 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,17 persen, baht Thailand melemah 0,33 persen, yuan China menguat 0,04 persen, peso Filipina menguat 0,22 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,52 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan franc Swiss melemah 0,11 persen.
Senada, dolar Australia juga melemah 0,06 persen, dan dolar Kanada melemah 0,06 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan penguatan rupiah ditopang oleh harapan baik terkait perkembangan seputar Greenland. Hal tersebut memicu sentimen risk on, yakni kondisi pasar ketika investor menunjukkan toleransi risiko yang lebih tinggi.
"Sikap less dovish Bank Indonesia pada pertemuan RDG BI Rabu (21/1) juga masih mendukung rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/1).
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp16.800 per dolar AS - Rp16.950 per dolar AS.
(ins)