IHSG Masih Rawan Terkoreksi Jelang Akhir Pekan

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 06:24 WIB
Analis memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dalam waktu dekat karena saat ini masih berada di fase konsolidasi.
Analis memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dalam waktu dekat karena saat ini masih berada di fase konsolidasi. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Jumat (23/1).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih rawan terkoreksi dalam waktu dekat karena saat ini masih berada di fase konsolidasi.

Dalam kondisi tersebut, indeks berpeluang melemah menguji area 8.988-8.956, sementara jika menguat, pergerakan terdekat diperkirakan menuju 9.024-9.034.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga masih rawan terkoreksi," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.956, 8.905 dan resistance 9.120, 9.192 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADRO, BBCA, ESSA, dan MAPI.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus level 9.100 dan kembali ditekan aksi jual.

"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju rentang 8.840-8.900," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.890, 8.773, dan 8.619, dan resistance 9.174, 9.261, dan 9.335 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, ANTM, BBNI, SMGR, dan UNTR.

IHSG ditutup di level 8.992 pada perdagangan Kamis (22/1) sore. Indeks melemah 18,14 poin atau minus 0,20 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp37,88 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 72,11 miliar saham.

Pada penutupan kemarin, 345 saham menguat, 331 terkoreksi, dan 128 stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)