IHSG Berpeluang Menguat Awal Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada perdagangan Senin (19/1).
Founder WH-Project William Hartanto menilai indeks saham telah mengakhiri koreksi dan membentuk level 9.000 sebagai support baru.
Meski berada di area all time high, terbentuknya pola doji pada perdagangan akhir pekan lalu mengindikasikan potensi profit taking jangka pendek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terbentuknya pola doji mengindikasikan peluang terjadinya profit taking," ujar William dalam riset hariannya.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Tips Investasi Perak Buat Pemula |
Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 9.000 dan resistance 9.100 hari ini.
Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BUMI, DKFT, SMDR, dan BBTN.
Senada, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG saat ini masih menunjukkan tren naik, meski di tengah perjalanan ada peluang koreksi jangka pendek.
Dalam waktu dekat, ia mengatakan IHSG berpotensi turun terbatas ke area 8.970-9.039 sebelum kembali menguat menuju kisaran 9.123-9.151.
"Posisi IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.956, 8.908 dan resistance 9.077, 9.012 hari ini. Herditya pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni CTRA, ITMG, RAJA, dan KLBF.
IHSG ditutup di level 9.075,4 pada Kamis (15/1) sore, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah (all time high) 9.100 siang.
Pada penutupan pekan lalu, indeks saham menguat 42,82 poin atau naik 0,47 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, sebanyak 339 saham menguat, 331 terkoreksi, dan 133 lainnya stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/sfr)