Produk Susu Nestle Apa yang Ditarik Peredarannya di Indonesia?

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 16:38 WIB
BPOM menyebutkan produk S-26 Promil Gold pHPro1 sebagai produk Nestle yang terdampak penarikan.
BPOM menyebutkan produk S-26 Promil Gold pHPro1 sebagai produk Nestle yang terdampak penarikan. (Ilustrasi:iStockphoto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan produk S-26 Promil Gold pHPro1 (susu formula bayi usia 0-6 bulan) sebagai produk Nestlé yang terdampak penarikan.

Produk tersebut memiliki Nomor izin edar: ML 562209063696 dan nomor bets: 51530017C2 dan 51540017A1.

"Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua bets produk formula bayi terdampak telah diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ < 0,20 µg/kg)," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan resmi seperti dikutip Antara, Rabu (14/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPOM menyampaikan, penarikan produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA - Pabrik Konolfingen, Swiss di beberapa negara disebabkan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku asam arakidonat (ARA) dan minyak tertentu yang digunakan dalam proses produksi.

PT Nestlé Indonesia sendiri telah menarik seluruh produk formula bayi dengan nomor bets terdampak secara sukarela, di bawah pengawasan BPOM. Ke depan, perusahaan dengan logo burung pipit tersebut diminta menghentikan distribusi produk susu formula bayi, serta importasi produk tersebut ke RI.

Upaya tersebut untuk menindaklanjuti langkah European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) dengan mengeluarkan peringatan keamanan pangan global produk formula bayi.

Ketua BPOM menambahkan, belum ada laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia terkait konsumsi produk formula bayi tersebut.

Kendati hasil pengujian menunjukkan tidak terdeteksi cemaran, pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan bayi yang merupakan konsumen produk tersebut.

"Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk yang terlibat. Nestle menanggapi semua pertanyaan konsumen dengan sangat serius dan sedang menyelidikinya," kata perusahaan dilansir dari laman resmi Nestle, Rabu (14/1).

Usai terdeteksi adanya masalah kualitas pada bahan baku yang disediakan pemasok, Nestle juga telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak terkait.

[Gambas:Video CNN]

Bahan-bahan tersebut digunakan dalam produksi nutrisi susu formula bayi yang berpotensi terpengaruh.

Nestle sudah menarik susu formula bayi sejak Desember, khususnya produk yang dijual di seluruh Eropa, Turki dan Argentina. Produk di beberapa negara tersebut kemungkinan telah terkontaminasi cereulide, yakni racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus.

Adapun daftar 49 negara yang terkena dampak penarikan dibagi ke dalam tiga kawasan, yakni Eropa, Amerika, dan kawasan Asia, Oceania dan Afrika.

(ins/sfr)