Performa Terjaga, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim sebesar Rp100 per saham untuk tahun buku 2025 kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS), yang telah ditetapkan pada awal Januari. Total nilai dividen interim yang disalurkan mencapai Rp9,3 triliun.
Langkah ini mencerminkan fundamental perseroan yang tetap solid, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi kinerja Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus memperkuat peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan, pembagian dividen interim itu telah memperhitungkan kondisi permodalan perusahaan yang solid serta likuiditas yang memadai. Melalui kinerja keuangan yang terjaga, Bank Mandiri tetap memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid," ujar Riduan, Rabu (14/1).
Pembagian dividen interim ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri kepada negara, seiring peran Danantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesar Perseroan. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya optimalisasi nilai investasi pemerintah, serta penguatan peran Bank Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Pembagian dividen interim ditegaskan Riduan turut didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid hingga akhir November 2025, diperlihatkan dari fungsi intermediasi perbankan yang tumbuh positif di atas rata-rata industri.
Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata industri, dan menegaskan komitmen perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Di sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.584 triliun. Pada saat yang sama, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 91 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat serta ruang ekspansi yang tetap memadai.
Selain itu, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 tercatat mencapai Rp2.120 triliun, menegaskan ketahanan model bisnis perseroan dalam menopang pertumbuhan jangka menengah di tengah penyesuaian kebijakan moneter dan dinamika global.
"Ke depan, Bank Mandiri akan terus menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat kontribusi perseroan bagi perekonomian nasional melalui sinergi ekosistem Mandiri Group dan akselerasi di berbagai sektor usaha, sehingga kinerja Bank Mandiri tetap unggul dan bertumbuh secara berkelanjutan," pungkas Riduan.
(rea/rir)[Gambas:Video CNN]