Dilansir dari Antara, Kamis (21/11), harga minyak mentah berjangka Brent naik 2,5 persen menjadi US$62,4 per barel.
Penguatan juga terjadi pada harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember sebesar 3,4 persen menjadi US$57,11 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) menyatakan stok minyak AS naik 1,4 juta barel atau lebih lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 1,5 juta dan laporan Institut Petroleum Institut (API) yang mencapai 6 juta barel.
Stok minyak WTI di hub pengiriman Cushing, Oklahoma juga turun 2,3 juta barel, terbesar dalam tiga bulan.
Harga minyak juga mendapatkan dorongan dari memanasnya tensi di Timur Tengah, terutama Iran.
Pada Selasa (19/11) lalu, armada kapal induk AS Abraham Lincoln berlayar melalui Selat Hormuz di mana seperluma aliran minyak dunia melalui selat tersebut.
Sebelumnya, terjadi serangan terhadap tanker minyak di Teluk dan di lepas pantai Uni Emirat Arab. Lalu, serangan besar juga terjadi pada pusat pengolahan energi utama di Arab Saudi.
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)