Irvan Nasrun, salah satu investor di Kampoeng Kurma, menyatakan perusahaan menawarkan investasi kepadanya sekitar akhir 2016 dan awal 2017. Investasi yang ditawarkan berupa kavling tanah yang nantinya ditanami pohon kurma dan dibangun kolam ikan lele.
Ada dua penawaran. Pertama, satu kavling dengan nilai investasi Rp99 juta dan luas lahan 400 meter-500 meter persegi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Irvan menyebut manajemen menawarkan keuntungan sebesar Rp15 juta untuk satu kolam setiap kali panen. Dengan begitu, investor akan mendapatkan keutungan sekitar Rp75 juta untuk dua pohon kurma dan satu kolam ikan lele.
Irvan, sebagai karyawan swasta pun tertarik dengan iming-iming tersebut. Ia bahkan mengucurkan dana hingga Rp417 juta untuk membeli tujuh kavling tanah.
[Gambas:Video CNN]
"Saya beli tiga kavling yang harganya Rp99 juta dan empat kavling dengan harga Rp30 juta," tutur Irvan.
Sayang, hingga detik ini Irvan belum memegang Akta Jual Beli (AJB) atas kavling yang ia beli pada 2017 lalu. Pohon kurma dan kolam ikan lele yang dijanjikan pun tidak tampak di kavling yang ia beli.
"AJB sampai sekarang belum ada, bahkan banyak yang lokasinya tidak sesuai dengan perjanjian. Misalnya beli di mana, jadi di mana. Ada yang beli di Jonggol jadinya di Cirebon," papar dia.
Ia dan beberapa investor lain pun sudah berkali-kali datang ke kantor manajemen di Bogor. Hanya saja, mereka tak pernah bisa menemui direktur utama dari PT Kampoeng Kurma.
Sejauh ini kata Irvam, staf dari PT Kampoeng Kurma mengaku hanya memiliki sisa dana sebesar Rp5 juta. Padahal, beberapa investor sudah mengajukan untuk pengembalian (refund).
"Karena sisa uang mereka hanya Rp5 juta, kami mau minta aset kantor mereka dijual saja tapi mereka tidak mau," ucapnya.
Oleh karena itu, Irvan dan beberapa investor lainnya akan segera melaporkan hal ini kepada kepolisian. Ia menyebut pelaporan akan dilakukan bulan ini setelah menunjuk kuasa hukum.
CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi istri dari Direktur UtamaPTKampoeng Kurma,SariKurniawati untuk mengkonfirmasi hal ini. Hanya saja, yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini diturunkan.