Luhut Sebut Perusahaan Properti Hong Kong Lirik RI

CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 12:13 WIB
Luhut Sebut Perusahaan Properti Hong Kong Lirik RI Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan perusahaan asal Hong Kong Lan Kwai Fong Group menyatakan minatnya untuk investasi di Indonesia. Bahkan, pimpinan Lan Kwai Fong Group Allan Zeman telah menyambangi kantor Luhut pada Jumat (8/11).

"Allan (Allan Zeman) itu orang Hong Kong, dia mau taruh duitnya kemari, mau investasi di properti dalam hotel," katanya, Jumat (8/11).

Untuk diketahui, Lan Kwai Fong Group merupakan grup perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Mulai dari properti, F&B, ritel, leisure, hiburan, dan investasi.


Sebagai perusahaan kawakan, Luhut menuturkan Lan Kwai Fong Group menawarkan investasi dalam jumlah besar, meskipun belum merinci angkanya. Investasinya akan diarahkan kepada sektor properti dan pengembangan pariwisata.


Bahkan, tidak menutup kemungkinan kepada pengembangan ibu kota baru jika pihak Lan Kwai Fong Group berminat.

"Saya bilang kau bawa berapa miliar dolar begitu, saya tidak mau ratus juta dolar," ujar Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal menuturkan investor China juga berminat untuk menanamkan modal di Indonesia, salah satunya jalan tol. Namun demikian, perusahaan belum menentukan ruas jalan tol mana yang akan mendapatkan kucuran dana.

"Dia baru mau lihat peluang investasi di Indonesia, salah satunya toll road. Jadi kami kasih gambaran saja," ucapnya.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan dapat mengoperasikan jalan tol sepanjang 2.500 Kilometer (Km) pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2020-2024.

[Gambas:Video CNN]
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan untuk membangun tol sepanjang 2.500 Km tersebut pemerintah membutuhkan dana kurang lebih Rp275 triliun- Rp350 triliun. Kebutuhan dana itu memperhitungkan biaya pembangunan jalan tol Rp110 miliar-Rp150 miliar per Km.

Prediksi kebutuhan dana itu belum memperhitungkan pembangunan jalan tol layang (elevated) sebesar Rp300 miliar pe Km.

"Jadi memang kebutuhan untuk pembangunan jalan tol ke depan tidak kurang dari Rp270 triliun-Rp350 triliun," ujar Basuki.

(ulf/agt)