Sriwijaya Air Janji Beri Kompensasi ke Penumpang

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 20:36 WIB
Sriwijaya Air Janji Beri Kompensasi ke Penumpang Ilustrasi. (ADEK BERRY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Sriwijaya Air menyatakan akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang mengalami penundaan hingga pembatalan penerbangan akibat kemelut kerja sama yang mereka alami dengan Garuda Indonesia Group. Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena memastikan seluruh pelanggan akan menerima kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku akibat kejadian tersebut.

"Sriwijaya Air berkomitmen penuh untuk menunaikan kewajibannya kepada seluruh pelanggan sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan oleh regulator," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11).

Atas gangguan itu, Sriwijaya mengaku telah mengambil langkah penanganan dan perbaikan. Dengan demikian, mereka memastikan kendala operasional tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.


Selain memastikan pemberian kompensasi kepada pelanggan, Sriwijaya Air masih terus memantau kegiatan operasional di seluruh wilayah yang dilayaninya.

"Saya mewakili manajemen sangat mengapresiasi kinerja seluruh karyawan karena sebagian besar jadwal penerbangan Sriwijaya Air pada hari ini sudah kembali beroperasi secara normal,"ucapnya.

Diketahui, belasan penerbangan Sriwijaya Air pada Kamis (7/11) November 2019 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dibatalkan dan ditunda.

Dikutip dari Antara Kamis (7/11), seorang petugas bandara yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan pembatalan dan penundaan dilakukan karena ketiadaan armada Sriwijaya. Pembatalan dan penundaan tersebut membuat ratusan penumpang terlantar.

Sementara itu, kuasa hukum sekaligus pemegang saham Sriwijaya Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya ditengarai karena pelayanan oleh anak-anak perusahaan Garuda Indonesia Group berhenti. Perusahaan maskapai pelat merah itu, memberikan instruksi mendadak kepada semua anak perusahaannya, yakni PT GMF Aero Asia, PT Gapura Angkasa dan Aerowisata untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya, dengan syarat pembayaran tunai di muka pada Kamis (8/11).

[Gambas:Video CNN]
Jika tidak, maka mereka dilarang memberikan pelayanan dan perawatan kepada Sriwijaya.

"Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap Garuda Indonesia sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya," ucap Yusril. (ulf/agt)