Kepala BPS Suhariyanto mengatakan situasi politik beberapa waktu terakhir mempengaruhi iklim investasi di dalam negeri. Maklum, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja dilantik pada 20 Oktober 2019 kemarin dan memilih kabinet baru tiga hari setelahnya.
"Situasi politik yang tidak menentu sangat berpengaruh pada pihak swasta untuk berinvestasi," ucap Suhariyanto, Selasa (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, investasi di sektor bangunan naik 5,03 persen. Angkanya juga melambat dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu sebesar 5,66 persen dan kuartal II 2019 sebesar 5,46 persen.
Kemudian, investasi di sektor cultivated biological resources (CBR) tercatat tumbuh 3 persen. Angkanya membaik dibandingkan kuartal II 2019 yang minus 0,14 persen, tetapi melambat dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang tumbuh hingga 2,54 persen.
[Gambas:Video CNN]
Secara keseluruhan, investasi menyumbang 32,32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019. Investasi menjadi kontributor kedua terbesar setelah konsumsi yang mencapai 56,52 persen.
Dengan realisasi ini, pertumbuhan ekonomi dalam negeri negeri tumbuh melambat hanya 5,02 persen pada kuartal III 2019. Angkanya melambat dibandingkan dengan kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen dan kuartal III tahun lalu sebesar 5,17 persen.