BI: Ada Ruang Rupiah Menguat ke Bawah Rp14 Ribu per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 18:28 WIB
BI: Ada Ruang Rupiah Menguat ke Bawah Rp14 Ribu per Dolar AS Perry Warjiyo. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal rupiah berpeluang menguat ke bawah Rp14 ribu per dolar AS. Penguatan yang berkelanjutan berpotensi terjadi berkat sentimen positif dari stabilitas ekonomi domestik.

"Ada indikasi atau ruang bagi rupiah untuk menguat, dengan tentu saja inflasi kita yang lebih rendah dan juga prospek ekonomi yang cukup baik," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo seperti dikutip dari Antara, Jumat (1/11).

Beberapa hari terakhir, rupiah bergerak stabil di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp14.100 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi berkat aksi jual beli sesuai mekanisme pasar.


Melihat hal itu, Perry meyakini penguatan rupiah akan berlanjut sehingga dapat mendukung aktivitas bisnis.

"Begitu (rupiah) di bawah itu (Rp14 ribu per dolar AS), sejumlah korporasi yang membutuhkan dolar meningkatkan pembelian baik untuk impor atau pembayaran," jelasnya.

Di sisi lain, sisi eksportir memberikan pasokan dolar AS sehingga mendukung stabilitas kurs.

Dari sisi eksternal, kurs rupiah juga mendapatkan sentimen positif dari pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Federal Reserves sebesar 25 basis poin pada Kamis (31/10) kemarin. Kondisi itu mengurangi pelarian modal dari aset-aset rupiah.

Kendati demikian, Perry menilai penurunan suku bunga acuan AS dampaknya tidak terlalu besar pada pasar keuangan di Indonesia. Sebab, pelaku pasar sudah mengantisipasinya.

Sebagai informasi, siang ini, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan kurs rupiah di level Rp14.066 per dolar AS, melemah dari posisi kemarin Rp14.008 per dolar AS. (Antara/sfr)