"Nanti yang akan datang kemungkinan Pak Kementerian Maritim (Luhut) yang akan take over (ambil alih)," ujarnya, Kamis (31/10).
Ia menuturkan peralihan tersebut agar koordinasinya lebih terpusat. Sayangnya, ia tidak merincikan perkembangan pembahasan kebijakan tiket pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum matang, mantan direktur utama PT Angkasa Pura II ini memberi gambaran rencana kebijakan tersebut. Rencananya, nanti pihak hotel akan memberikan diskon harga kamar hotel sekitar lima persen pada paket tersebut. Diskon, juga akan diberikan oleh maskapai.
"Jadi diskon bersama, bundling (paket), mungkin kami tetapkan di beberapa tempat, mungkin Yogyakarta, Bali, atau mana terserah nanti dirapatkan," jelasnya, Selasa (23/7).
Ia menyebutkan kebijakan harga tiket pesawat berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) baru tersebut nantinya menggantikan program happy hour, atau diskon 50 persen bagi 30 persen penumpang di jam-jam tertentu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.
"Sebulan ini kami harap sudah ada kebijakan baru. Selama ini kami memang mengeluarkan dua kebijakan penerbangan murah, pada Mei dan Juli kemarin. Tetapi, itu kan jangka pendek. Nah, kebijakan ini nantinya bersifat jangka panjang," jelas Susiwijono.
Menurut dia, terdapat empat poin yang sedang digodok pemerintah agar tarif murah bisa berlaku dalam jangka panjang. Keempatnya meliputi, efisiensi sektor penerbangan, efisiensi biaya operasional yang berpengaruh langsung ke struktur tarif, pemberian insentif fiskal, dan pengkajian beberapa kebijakan pemerintah yang justru diam-diam memperberat beban maskapai.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)