Menurutnya, kenaikan iuran ini membangun kesadaran masyarakat untuk gotong royong bersama-sama pemerintah membantu BPJS Kesehatan agar tetap berjalan.
"Membangun gotong royong lah, bersama-sama pemerintah ikut memberikan, membantu agar BPJS (Kesehatan) berjalan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan iuran mencapai dua kali lipat dari tarif saat ini. Jika dirinci, iuran kelas III mandiri naik dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per peserta per bulan, kelas II mandiri meningkat dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu, dan kelas I melonjak Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu.
Menanggapi kenaikan iuran ini, sejumlah masyarakat angkat suara. Sebagian besar mengaku keberatan karena harus menanggung biaya menjadi berlipat ganda, tak terkecuali pengamat kebijakan publik.
Mereka menyesalkan kenaikan drastis iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen lebih. Kenaikan drastis dinilai lantaran pemerintah tidak patuh terhadap aturan yang dibuatnya sendiri, seperti menyesuaikan iuran setiap dua tahun sekali.
[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)