Mulanya, perusahaan dengan kode saham BBCA itu menargetkan bisa melayani pembayaran wisatawan Negeri Tirai Bambu mulai September 2019.
"Masih terus kami proses secara teknikal. Kami harapkan awal tahun depan mudah-mudahan kuartal pertama tahun 2020 sudah bisa kerja sama," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, Senin (28/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PayPal Akuisisi 70 Persen Saham GoPay |
Selain BCA, perusahaan jasa keuangan (fintech) asal China itu tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV Indonesia lainnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) bahwa setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) harus bekerja sama dengan perusahaan domestik.
Saat ini,WeChat Pay telah menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT CIMB Niaga Tbk. (ulf/agt)