Dalam hal ini Kementerian PUPR memberikan Rp 7,6 triliun, sedangkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan Rp2,5 triliun. Total pendanaan itu dialokasikan untuk pengembangan ke lima destinasi wisata super prioritas yang ditargetkan usai pada 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, total anggaran 2020 untuk mengembangkan lima destinasi wisata tersebut dari Kementerian PUPR meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan total anggaran 2019.
Apabila dirinci, pembangunan wisata di Danau Toba menjadi yang paling mahal dengan angka Rp2,5 triliun, meningkat dari Rp940 miliar pada 2019.
Posisi kedua ditempati Mandalika dengan angka Rp2,1 triliun, meningkat dari Rp307 miliar pada 2019.
Posisi ketiga pembangunan termahal ditempati Borobudur dengan angka Rp1,3 triliun, meningkat dari Rp75,2 miliar pada 2019. Disusul Labuan Bajo dengan Rp979 miliar dari Rp77,2 miliar dan Likupang dengan Rp 585 miliar dari Rp 250,3 miliar. (jnp/fea)