"Saya kira terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia poros maritim dunia, menangani hambatan investasi dan merealisasikan komitmen-komitmen investasi besar berada di tangan beliau (Luhut)," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (23/10).
Luhut memiliki latar belakang militer. Pada 1967, ia masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian darat. Tiga tahun kemudian meraih predikat sebagai lulusan terbaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karirnya di pemerintahan semakin cemerlang. Pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi), Luhut ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia.
Satu tahun selanjutnya, Jokowi melantik Luhut sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Kemudian, jabatan Luhut kembali dipindah pada 2016 ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk menggantikan Rizal Ramli.
Ia mengempit saham sebesar 9,99 persen di PT Toba Bara Sejahtera Tbk. Mengutip RTI Infokom, Luhut memegang saham tersebut melalui PT Toba Sejahtera.
Dari segi pendidikan, pria kelahiran Toba Samosir pada 28 September 1947 ini sempat tinggal di Bandung dan bersekolah di SMA Penabur. Ia menjadi salah satu orang yang mendirikan Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) yang mengumpulkan pelajar dan mahasiswa menentang orde lama dan PKI.
Saat menemui Jokowi kemarin sore, ia telah mendapatkan arahan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan investasi, terutama terkait komoditas petrochemical, B20, dan B30. Dengan demikian, impor minyak dan gas (Migas) bisa berkurang.
"Tadi saya lapor B20 sudah mampu mengurangi 20 persen impor energi. Kalau kita setia, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, kita akan mengurangi impor energi dengan signifikan," ungkap Luhut kemarin.
[Gambas:Video CNN] (uli/aud/agt)