Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.126 per dolar AS atau menguat dibanding Jumat (11/10) lalu yakni Rp14.139 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.112 per dolar AS hingga Rp14.140 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat. Tercatat, yen Jepang menguat 0,03 persen, peso Filipina 0,03 persen, dolar Taiwan 0,03 persen, dan bath Thailand 0,08 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai sinyal damai perang dagang antara AS-China berpotensi mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserves (The Fed).
"Bisa saja dalam pertemuan tanggal 30 Oktober The Fed yang tadinya akan menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin akan kembali berubah pikiran dan tetap menahan suku bunga," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/10).
[Gambas:Video CNN]
(ara/sfr)
Dari sisi domestik, pergerakan rupiah mendapatkan sokongan dari proyeksi Bank Indonesia (BI) terhadap defisit transaksi berjalan kuartal III 2019 sebesar 2,5 persen hingga 3 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
"Angka ini masih tetap berada dalam batas aman dan sesuai prediksi BI. Ditambah lagi, dirinya memperkirakan penilaian mengenai stabilitas eksternal masih terjaga," ujarnya.