Pagi ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,21 persen, dolar Singapura 0,11 persen, dan Peso Filipina 0,09 persen.
Penguatan juga terjadi pada yen Jepang sebesar 0,02 persen. Sementara, dolar Hong Kong tidak bergerak atau stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kesepakatan parsial tersebut masih perlu dituangkan dalam perjanjian yang masih memerlukan waktu sekitar 5 minggu.
Dalam kesepakatan parsial ini, AS sama sekali tidak menghapus tarif yang sudah dibebankan untuk barang-barang impor Tiongkok, yaitu sebesar 25 persen, dan hanya menunda kenaikan tarif menjadi 30 persen yang seharusnya berlaku tanggal 15 Oktober ini.
"Menurut hemat saya, negosiasi dagang ke depan masih akan alot dan bisa memberikan tekanan ke rupiah lagi," katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/10).
Rencananya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jin Ping bakal bertemu untuk menandatangani kesepakatan tersebut.
Lebih lanjut, ia memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.070 sampai dengan Rp14.170 hari ini. (ara/sfr)